Mesin ADM Persempit Pergerakan Calo dan Pungutan Liar

58
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat memberikan admistrasi kependudukan kepada warga

Margonda | jurnaldepok.id
Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dinilai mampu mempersempit gerak calo dan pungutan liar dalam pengurusan administrasi surat kependudukan.

Demikian dikatakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat meresmikan mesin ADM di pusat perbelanjaan Detos di Jalan Margonda, Kecamatan Beji.

“Tidak dipungkiri calo dinilai masih ada, kami imbau warga untuk mengurus sendiri surat administrasi kependudukan seperti KTP, KK dan surat lainnya. Pemkot Depok terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan yang memudahkan masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan. Seperti e-KTP, kartu keluarga, surat kematian dan akta kelahiran,” ujar Idris, Senin (21/12).

Dikatakannya, mesin ADM ini bisa mencegah terjadinya pungutan liar (pungli). Apalagi di masa pandemi seperti sekarang membutuhkan pelayanan serba digital.

“Jadi tinggal urus di rumah dan cetak melalui mesin ADM. ADM ini merupakan hibah dari Kementerian Dalam Negeri. Namun kami juga akan memasang mesin ADM yang berasal dari APBD Kota Depok untuk di bagian timur dalam waktu dekat,”katanya.

Indonesia sadar administrasi kependudukan di antara program-program inovatifnya melalui melayani masyarakat untuk bisa mempercepat memudahkan dan yang lebih penting lagi no calo no pungli.

Idris mengatakan, mesin ini mampu memproses selembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) hanya dalam waktu kurang lebih enam hingga tujuh menit.

“Ini pencatatan administrasi berupa anjungan untuk pelayanan administrasi kependudukan ya, ini kalau kenapa tadi KTP membutuhkan proses enam sampai tujuh menit. Maka itu nanti diterangkan secara teknis oleh Dinas, kalau tadi hanya contoh yang relatif hanya satu menit bisa keluar cepatlah,”katanya.

Idris mengungkapkan, bahwa mesin anjungan ini akan berada di dalam mall pelayanan publik. Namun, rencana tersebut sedikit terkendala imbas dari pandemi Covid-19.

“Tadinya memang kami akan masukkan dalam bangunan mall pelayanan public, tapi kemarin-kemarin ada masalah keuangan untuk kemudian pembebasan lahan karena kasus Covid-19, maka kami tunda, mungkin tahun berikutnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, ADM ini merupakan mesin kedua yang ada di pusat perbelanjaan. Sebelumnya ADM sudah terpasang di The Park Sawangan untuk melayani pencetakan dokumen kependudukan.

“ADM yang ada di The Park Sawangan kemarin merupakan hibah dari Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri,” tandasnya.

Dikatakanya, penentuan lokasi ADM yang kedua merupakan hasil dari beberapa pertimbangan.

“Maka, Detos terpilih sebagai lokasi pemasangan karena terdapat pelayanan publik lainnya. Seperti pelayanan keimigrasian dan Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Polres Metro Depok. Kami tempatkan mesin ADM ini satu lantai dengan layanan publik lainnya,” terangnya.

Menurut Nuraeni, dengan terpasangnya ADM di Detos diharapkan dapat memudahkan masyarakat. Misalnya bagi warga Kecamatan Beji, sebagian Pancoran Mas dan Cimanggis karena lokasinya dekat Jalan Margonda Raya.

“Ketika sudah mengurus tahapan permohonan dokumen kependudukan online, warga bisa mengurus cetaknya di ADM terdekat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Disdukcapil terus mendorong pelayanan dokumen kependudukan di Depok menjadi Go Digital. Karena itu, mesin ADM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapat pelayanan yang mudah.

“Jadi ada ADM urus dokumen Dukcapil dari rumah, praktis dan mudah dalam rangka Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (Gisa). Yaitu pelayanan yang membahagiakan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here