Igun Masih jadi Kandidat Kuat di Musda PAN 2020

269
H Igun Sumarno

Cilodong | jurnaldepok.id
Jelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok telah muncul beberapa nama sebagai kandidat kuat untuk menahkodai partai berlogo matahari terbit itu. Sebut saja Ketua DPD PAN Depok, H Igun Sumarno dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad.

Namun begitu, Ketua DPD PAN Kota Depok incumbane yakni H Igun Sumarno rupanya masih memiliki kekuatan di internal partai untuk dinobatkan kembali sebagai Ketua DPD PAN Kota Depok periode 2020-2025.

“Siapapun yang nantinya menjadi ketua PAN, jangan sampai mengkotak-kotakkan pengurus atas keinginan dan kepentingan pribadi, itu dipastikan akan mengalami kerugian seperti lima tahun mendatang, yang terjadi hanya gondok-gondokkan, konflik, mudah diadu domba, sehingga PAN yang rugi. Meski jumlah suara naik, tapi jumlah kursi menurun,” ujar Igun kepada Jurnal Depok, Senin (21/12).

Tentunya, kata dia, yang tahu peta itu adalah orang yang sudah mengalami dan bagaiamana menjalani internal PAN selama lima tahun.

“Kami juga akan tahu siapa orang-orang yang bekerja selama lima tahun ini, jangan sampai ia berteriak-teriak tapi sesungguhnya tidak pernah ikut tercebur di internal partai,” paparnya.

Lebih lanjut Igun menyatakan, bahwa dirinya tidak keberatan jika ada kader PAN yang ikut berkompetisi dalam Musda yang akan digelar di akhir tahun ini.

“Itu menjadi nilai positif jika ada kader yang maju, berarti kan ada persaingan yang positif juga di internal PAN. Dari pada nantinya enggak ada yang daftar. Dengan banyaknya yang mendaftar menjadi ketua, ini sebuah persaingan positif di internal PAN,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, siapapun nanti yang menjadi Ketua DPD PAN Kota Depok harus bisa mewujudkan kantor sendiri.

“Saya sudah mengibahkan sebagian dari nilai kantor itu, nanti sisanya secara urunan. Letaknya sangat repersentatif, di kawasan GDC,” ungkapnya.

Kegagalan PAN dalam mengusung calon wali-wakil wali kota Depok kemarin juga menjadi pertimbangannya kedepan agar dalam mengusung pasangan calon harus bisa menang.

“Siapapun yang menjadi ketua PAN nanti harus masuk ke koalisi pemenang. Karena bagaimana pun juga berkembangnya partai politik kalau tidak bargening position oleh pemenang pilkada, maka sulit juga untuk mengembangkan partai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here