Dikeroyok 10 Parpol di Pilkada Depok, Idris-Imam Tak Tumbang

264
Bernhard

Margonda | jurnaldepok.id
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Politik Kota Depok, Bernhard menilai, kemenangan pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono tak lepas dari solidnya partai pengusung seperti PKS, Partai Demokrat, PPP dan Partai Berkarya.

Bermodal hanya 17 kursi di parlemen, Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) mampu ‘merobohkan’ koalisi gemuk yang mengusung Pradi-Afifah.

“Hal ini membuktikan bahwa paslon Idris-Imam memiliki jaringan politik diakar rumput. Bahwa kita harus akui PKS sebagai partai kader yang memiliki kader militan dan kekuatan infrastruktur partai sampai ke basis massa rakyat memberikan kontribusi politik yang besar dalam rangka pemenangan Pilkada Depok Tahun 2020. Ini membuktikan partai PKS adalah partai yang solid dan mengakar di basis massa rakyat. Begitu juga dengan Partai Demokrat, PPP dan Partai Berkarya yang memiliki basis massa yang jelas,” ujar Bernhard kepada Jurnal Depok, Rabu (16/12).

Ia menambahkan, meskipun paslon Pradi-Afifah diusung koalisi gemuk seperti PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, PKB, PSI dan Parpol Non-Parlemen seperti Perindo, NasDem, Hanura dan PBB, namun hal itu tidak cukup kuat mengalahkan pasangan Idris-Imam.

“Dengan terbangunnya sinergitas politik dan kolaborasi politik dengan simbol kekuatan politik Idris-Imam, ini semakin kuat. Terlebih mereka memiliki jaringan akar rumput di elemen komunitas masyarakat Non-Partisan (ulama dan tokoh masyarakat). Ini menambah kekuatan energi politik. Termasuk hadirnya tiga partai politik yaitu PPP, Partai Demokrat dan Partai Berkarya yang juga memberikan kontribusi politik bagi pemenangan Idris-Imam,” paparnya.

Faktor terakhir yang memberikan kontribusi kemenangan Idris-Imam, kata dia, adanya sumber daya politik dari relawan Idris-Imam yang terdiri dari elemen dan komunitas masyarakat yang mengorganisir diri untuk memperjuangkan pemenangan Idris-Imam.

“Kekuatan ini juga sebagai faktor penentu. Kehadiran elemen komunitas masyarakat sipil Depok secara riil hadir dan tanpa pamrih. Tesis politik di atas membuktikan paslon Idris-Imam unggul,” jelasnya.

Berbeda dengan paslon Pradi-Afifah, mantan Anggota DPRD Depok itu menilai gerakan politik dari parpol yang mengusungnya tidak efektif menggerakkan sumber daya politik kader partai.

“Infrastruktur parpol tidak berjalan sampai ke akar rumput. Kita harus jujur pertarungan politik dalam Pilkada Depok tahun 2020 sekali lagi membuktikan PKS Depok tak terkalahkan dalam empat kali pilkada Kota Depok pasca Walikota Depok, Badrul Kamal. Keluaran jaringan Partai PKS Depok diakar rumput sulit ditembus. Karena PKS Depok selama ini melakukan kerja politik di basis massa,” terangnya.

Bernhard juga menilai adanya fenomena politik yang cukup menarik dalam Pilkada Depok tahun 2020. Dimana adanya elemen komunitas masyarakat Kristen yang tergabung dalam Perkumpulan OIKOMENE Kristen yang secara tegas mendukung Paslon Idris-Imam.

“Terjadi pergeseran persepsi politik di elemen komunitas masyarakat Kristen yang selama ini diklaim adalah pemilih partai politik tertentu. Yang terkesan bahwa parpol tertentu tersebut merupakan representasi elemen masyarakat Kristen. Tesis politik ini dalam Pilkada Depok tahun ini telah dijungkir balikkan. Termasuk elemen komunitas masyarakat Konghucu juga banyak memilih Paslon Idris-Imam,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here