Akhir Tahun, Harga Cabai Mulai Meroket

21
ilustrasi

Laporan: Asti Ediawan
Melonjaknya harga sejumlah komoditas bahan pokok pangan terutama jenis sayur mayur dan rempah tak pelak membuat pusing tujuh keliling para ibu rumah.

Kainah, salah satu ibu rumah tangga warga Jalan RD Sukarma Rt 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, mengaku bingung mengatur uang belanja lantaran sejumlah baham pokok pangan mengalami kenaikan signifikan.

“Uang belanja segitu gitu aja tapi harga sayur dan bahan pokok lainnya hampir tiap hari naik, terus kita harus gimana ?,” keluh Kainah saat belanja sayuran di warung sayur milik Nuraini yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Keluhan senada dilontarkan oleh Rosanih yang mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Harus gimana lagi, kita enggak mungkin enggak beli karena harga mahal karena itu merupakan kebutuhan pokok, kalau udah begini ya terpaksa kita harus nambah uang belanja,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Nuraini salah satu pedagang sayur mayur di wilayah Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas membenarkan adanya kenaikan harga sayur mayur dan sejumlah bahan pokok pangan pada tiga pekan terakhir.

“Hampir semua jenis sayur dan rempah naik, apalagi cabe merah sekarang harganya sudah mencapai tujuh puluh ribu sekilo padahal harga normal nya berkisar antara dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu,” kata Aing, sapaan akrab Nuraini.

Selain sayur dan rempah, harga bahan pokok pangan lain juga ikut merangkak naik menjelang tutup tahun 2020 seperti telur, ayam potong , dan daging serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

“Harga Telor dan ayam potong juga naik,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, salah satu pemerhati sosial masyarakat Anwar Sanusi meminta kepada Pemerintah untuk melakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga sejumlah komuditas pangan agar masyarakat tidak terlalu berat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari hari.

“Pemerintah harus tanggap, turun dan lakukan operasi pasar agar kanaikan harga tidak terlalu memberatkan masyarakat,” pinta Sanusi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here