Bawaslu Tak Temukan Money Politik di Pilkada Depok

163
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok terpaksa memecat dua orang anggotanya karena terbukti tidak netral jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

“Ada PTPS yang tidak netral sudah kami PAW kan, kami pecat. Kesalahannya ketika menurunkan APK ada simbol jari, jadi kami pecat,” kata Ketua Bawaslu Depok, Luli Barlini pada Selasa(8/12).

Kejadian itu bermula ketika dua oknum tersebut melakukan penertiban alat peraga kampanye atau APK di Kawasan Beji. Mereka, memperlihatkan simbol jari yang menjadi ikon pasangan calon tertentu di Pilkada Depok.

Setelah dilakukan klarifikasi, keduanya terbukti melakukan pelanggaran.

“Hanya dua orang. Mereka melakukan penertiban dan melakukan simbol jari dan kami lakukan klarifikasi semalam dan kami PAW. Langsung kita klarifikasi panggil ke kantor, sama dengan kota kabupaten lain,”katanya.

Ketika disinggung apakah ada temuan pelanggar lain, seperti politik uang, Luli mengaku belum mendapatinya.

“Sampai saat ini belum ada temuan sudah dua hari patroli untuk politik uang,” katanya

Yang ada, kata Luli, yakni temuan soal netralitas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

“ASN sudah ada enam tapi bukan money politik (politik uang). Empat orang digeser ke komite ASN. Satu dikasih surat peringatan dan satu lagi pidana dan hari ini sedang dilakukan di pengadilan dan dijerat Pasal 69 junto 187 UU nomor 10 tahun 2016 tentang ASN,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here