Paslon Yang Unggul di Pilkada Depok, Dapat Dilihat di Sirekap Pukul 17.00WIB

378
Nana Shobarna

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna memastikan masyarakat dapat mengetahui siapa pasangan calon wali-wakil wali kota Depok yang unggul sementara dalam pilkada, Rabu 9 Desember esok mulai pukul 17.00 WIB.

“Kami telah melakukan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara, walaupun Sirekap tidak digunakan untuk hasil resmi, tetapi Sirekap digunakan untuk publikasi sebgai pengganti Situng di Pemilu 2019,” ujar Nana kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dari itu, pihaknya juga telah mewanti-wanti kepada petugas KPPS agar dapat menggunakan aplikasi Sirekap.

Dijelaskannya, Sirekap adalah sistem informasi rekapitulasi. Cara kerjanya KPPS mendownload aplikasi kemudian akan memfoto C Hasil Plano. C Hasil itulah yang akan difoto, dari foto itu secara aplikasi gambar akan terkonversi menjadi angka secara otomatis.

“Sirekap itu sudah real qout, sesungguhnya sore hari sudah bisa diketahui siapa yang unggul. Semua data masuk ke KPU RI, hasilnya bisa dilihat di Sirekap web, nanti bisa dilihat dan diakses oleh publik, seperti Situng Pemilu. Kami berharap sore sudah bisa masuk data 100 persen, karena kan menghitungnya tak memakan waktu lama. Jadi jam 4 atau jam 5 sore sudah bisa dilihat hasilnya sementara,” katanya.

Ketika ditanya tingkat akurasinya, Nana menjelaskan sudah dilakukan berkali-kali dalam simulasi.

“Kalau kameranya enggak bagus/buram maka akan tertolak dengan aplikasi, akan diminta kembali. Sebelum dikirim oleh petugas KPPS, saksi harus memastikan karena mereka juga akan mendapatkan aplikasi dengan cara scan barcode dari KPPS yang disamakan angka serta fotonya. Jika sudah oke, mereka akan pencet setuju, begitu juga dengan pengawas di TPS, betul enggak angkanya, kalau sudah setuju,” jelasnya.

Jika pengawas dan saksi di TPS sudah setuju, kata dia, baru KPPS akan submit untuk dikirim.

“Sirekap ini sangat akurat, kan simulasinya waktu itu di Depok, jadi kami melihat betul dan sangat canggih,” katanya.

Namun begitu, sambungnya, keputusan yang telah diambil dalam rapat dengar pendapat bahwa Sirekap tersebut tidak dijadikan alat penghitung resmi.

“Karena masih ada kekhawatiran terkait akurasi dan masih banyak yang meyangsikan teknologi itu, maka Sirekap tidak dijadikan alat penghitung resmi. Ini juga menyangkut kekuatan server jika dikirim bersamaan se Indonesia, bagimana kalau ada hacker yang ada niatan jahat, belum lagi bicara jaringan. Ini yang menjadi pertimbangan pimpinan kami di pusat,” jelasnya.

Ditegaskannya, penghitungan hasil suara tetap dilakukan secara manual dan berjenjang dari mulai TPS, PPK hingga tingkat kota.

“Tanggal 9 selesai di TPS, kotak bergeser ke PPK di hari yang sama. Dari PPK mulai tanggal 10-14, dari tanggal 13-16 sudah mulai dihitung di tingkat kota. Di tanggal 16 Desember sudah dapat diketahui siapa pemenang hasil kontestasi pilkada Depok 2020,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here