Kader PDIP Merinding Mendengar Closing Statement Imam di Acara Debat Publik

828
Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono saat tampil di debat publik

Jakarta | jurnaldepok.id
Debat public putaran kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mulanya berjalan hambar. Pasalnya, mereka terlihat sekali ‘mencontek’ jawaban pertanyaan yang dilemparkan oleh masing-masing pasangan calon.

Namun, suasana terlihat hidup pada sesi keempat saat pasangan calon melemparkan pertanyaan. Bahkan, di sesi penutup atau closing statement calon wakil wali kota Depok, Imam Budi Hartono yang saat itu tampil tanpa Mohammad Idris, menutupnya dengan sempurna.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua alim ulama, komunitas yang telah mendukung pasangan Idris-Imam banyak sekali, para kaum ibu dan emak-emak, para ketua RT, RW, LPM dan Karang Taruna yang telah mendukung kami. Semoga 9 Desember kami dimenangkan oleh Allah untuk memimpin Kota Depok ke depan,” ujar Imam dalam kata penutup di acara debat public, Senin (30/11) malam.

Ia juga memetik arti dari sebuah ayat suci Al Quran Surat Al-Maidah (8) yang berbunyi “Dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum membuat mu berlaku tidak adil, berlaku adil lah karena adil itu lebih dekat kepada ketaqwaan”.

“Adil adalah kata kunci Idris-Imam untuk menuntaskan masalah kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Depok. In Sya Allah, Idris-Imam akan berikhtiar menghadirkan pembangunan yang adil di Kota Depok,” paparnya.

Ia mengatakan, melalui pembangunan RSUD dan alun alun baik di wilayah timur maupun wilayah barat akan dilanjutkan. Serta dana Rp 5 miliar per kelurahan agar pembangunan adil dan merata.

“Insentif guru honor dan swasta serta insentif pembimbing rohani dari semua agama. Selain itu, program KDS akan kami berikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Depok agar mendapat jaminan kesehatan, pendidikan dan sosial secara terintegrasi dan berkeadilan,” jelasnya.

Dengan KDS, sambungnya, warga yang kurang mampu bisa berobat gratis, bagi lansia dan disabilitas disedikan bantuan, bagi pemuda yang ingin kuliah disiapkan beasiswa, bagi korban PHK pihaknya juga menyiapkan pelatihan, bantuan modal dan pendampingan 5.000 pengusaha baru.

“Ini lebih konkret dan realistis, jangan sampai terlena dengan program yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 33/2019 tentang pedoman APBD. Dimana daerah tidak boleh membuat skema yang sama dengan BPJS,” tegasnya.

Dari itu, Imam mengajak kepada warga Depok pada 9 Desember ojo lali datang ke TPS coblos Idris-Imam.

“In Sya Allah bersama Idris-Imam kita wujudkan Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera. Lanjutkan, coblos nomor 2, coblos sarung merah,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu Imam pun menyampaikan dua buah pantun yakni

‘Kepiting mencapit kerang, kerang masuk ke lubang buaya
Pasang kuping terang-terang, coblos nomor 2’.

‘Dari Cilodong ke Sukmajya, pergi bareng Pak Putra
Ayo warga coblos nomor 2, wujudkan Depok maju berbudaya dan sejahtera’.

“Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Merdeka! Merdeka! Merdeka!,” ucapnya.

Sementara itu bakal calon wali-wakil wali kota Depok dari PDI Perjuangan, Ahmad Riza Alhabsy mengaku merinding menyaksikan dan mendengar terikan salam nasionalis kebangsaan ‘merdeka’ sebanyak tiga kali yang dilontarkan Imam.

“Merinding saya mendengarnya, bagi saya dan seluruh kader PDI Perjuangan kata-kata merdeka bukanlah sekedar kata, namun menjadi symbol, spirit perjuangan ideologi partai. Salut saya buat Mas Imam,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here