Kasus Dugaan Kampanye di Rumah Ibadah, Babai Dipolisikan Bawaslu

582
Komisioner Bawaslu saat mendatangi Mapolrestro Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Pemilu Kota Depok menyerahan sejumlah kasus dugaan pelanggaran Pilkada Depok. Diperkirakan pelanggaran yang diserahkan ke aparat Kepolisian terkait dugaan kampanye di rumah ibadah dan bagi-bagi uang yang dilakukan Anggota DPRD Depok, Babai Suhaimi saat kegiatan sosialisasi pasangan calon Pradi-Afifah.

Berdasarkan pantauan di Mapolres Depok Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Kota Depok, Willi Sumarlin datang ke bagian Satreskrim dan langsung menuju ke ruangan Keamanan Negara atau Kamneg.

Bawaslu tidak hanya menyerahkan dugaan pelanggaran bagi-bagi uang, akan tetapi juga menyerahkan kasus kampanye di rumah ibadah oleh salah satu ustajah M.

Willi tidak banyak berkomentar dan terkesan tertutup saat ditanya oleh sejumlah wartawan perihal kedatangannya ke Polres Metro Depok.

“Iya hari ini diserahkan,” ujar Willi singkat, Senin (30/11).

Bahkan saat media menghubungi Willy melalui telepon genggam baik melalu pesan WhatsApp tidak direspon atau diangkat.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengamanan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet menambahkan, soal terkait pelanggar Pilkada menjadi tersangka atau tidak kewenangannya ada di pihak Kepolisian dan bukan kewenangan Bawaslu.

“Karena menentukan seseorang jadi tersangka itu kewenangan polisi bukan bawaslu,” tandasnya.

Sebelumnya viral Anggota DPRD Depok dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Babai Suhaimi terlihat membagikan uang kepada masyarakat dalam sosialisasi paslon wali-wakil wali kota Depok, Pradi-Afifah.

Dalam video berdurasi 36 detik itu Babai terlihat mengambil uang dari tas kecil yang dibawanya untuk kemudian dibagikan ke masayarakat. Dalam video itu ia mengatakan uang sebesar Rp 200 ribu untuk kas ta’lim.

Tak hanya satu ta’lim, Babai pun merogoh tasnya kembali untuk memberikan uang kepada jamaah ta’lim yang lain.

Di video sambutannya ia mengungkapkan, dalam memilih pemimpin, masyarakat harus melihat orangnya dan jangan melihat partainya.

“Lihat calonnya yang ibu pilih, jangan lihat partainya. Orang nya tau enggak, tinggalnya dimana, apa agamanya, betul tidak?. Jangan lihat partainya, kalau partai semuanya bagus, yang kaga semenggahnya mah orang nya, betul?. Kader partai apa yang enggak korupsi? Semua..,” ungkapnya dalam video yang telah viral di media sosial.

Ketika Jurnal Depok mengkonfirmasi hal itu, Babai pun tidak merespon. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here