Kampanyekan Pradi-Afifah di Musolah, Ustazah M Masih Diproses Gakumdu

297
Dede Selamet P

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Pemilu Kota Depok saat ini masih memproses adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang ustajah M yang melakukan kampanye paslon Pradi-Afifah di rumah ibadah.

“Untuk saat ini masih dalam proses di pusat aktivitas penegakan hukum tindak Pidana Pemilu atau Gakumdu,” ujar Koordinator Divisi Pengamanan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet, kemarin.

Gakumdu, kata dia, terdiri dari unsur Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, dan/atau Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan kejaksaan.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Willi Sumarlin menjelaskan bahwa jajaran Panwas Kecamatan sampai dengan Panwas Kelurahan sudah harus mengetahui dasar hukum ketika melakukan pengawasan.

“Kerja pengawasan kita bukanlah kerja ringan, sehingga harus menguasai dasar-dasar hukum ketika ingin memberikan output pengawasan dan laporan dugaan pelanggaran,” tandasnya.

Selain itu, sambungnya, dalam setiap agenda yang dilakukan, sudah harus terbiasa membuat BA (Berita Acara) dengan penomoran yang sudah sesuai pada ketentuan administrasi.

Willy juga mengatakan, dalam penanganan pelanggaran pihaknya memiliki Tim Sentra Gakumdu yang kantornya dibuat terpisah dengan Kantor Bawaslu Kota Depok.

“Kami akan melakukan bimbingan teknis agar jajaran Panwas Kecamatan mampu melakukan kajian atas dugaan pelanggaran dengan baik dan cermat,”katanya.

Sebelumnya ustajah M diduga melakukan kampanye untuk salah satu paslon di rumah ibadah di Kecamatan Sawangan.

Ustajah M berkampanye di Mushalla Al Ikhsan RT 03/ 04, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here