Babai Makin Nekat, Bagi-bagi Duit Saat Sosialisasikan Pasangan Calon

1096
Babai saat membagikan uang kepada masyarakat di acara sosialisasi paslon

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Depok dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Babai Suhaimi terlihat membagikan uang kepada masyarakat. Hal itu diduga dilakukan dirinya pada saat menggelar sosialisasi pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Pradi-Afifah.

Dalam video berdurasi 36 detik itu Babai terlihat mengambil uang dari tas kecil yang dibawanya untuk kemudian dibagikan ke masayarakat. Dalam video itu ia mengatakan uang sebesar Rp 200 ribu untuk kas ta’lim. Tak hanya satu ta’lim, Babai pun merogoh tasnya kembali untuk memberikan uang kepada jamaah ta’lim yang lain.

Di video sambutannya ia mengungkapkan, dalam memilih pemimpin, masyarakat harus melihat orangnya dan jangan melihat partainya.

“Lihat calonnya yang ibu pilih, jangan lihat partainya. Orang nya tau enggak, tinggalnya dimana, apa agamanya, betul tidak?. Jangan lihat partainya, kalau partai semuanya bagus, yang kaga semenggahnya mah orang nya, betul?. Kader partai apa yang enggak korupsi? Semua..,” ujarnya dalam video yang telah viral di media sosial.

Anggota DPRD Kota Depok enam periode, Mazhab HM pun langsung bereaksi terkait dengan beredarnya video salah satu anggota DPRD Depok dari PKB yang berkampanye di RT 06 RW 02 Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, dengan cara membagi-bagikan uang.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari warga, bahwa acara tersebut bukan acara kampanye tapi acara ratiban kaum ibu. Namun disayangkan acara itu diselingi dengan kampanye dan bagi-bagi uang. Seperti itu laporannya sesuai dengan video yang beredar,” uangkap Mazhab, Minggu (29/11).

Mazhab mengatakan, bahwa Panwascam Pancoran Mas sudah memegang barang bukti tersebut.

“Tentu masyarakat dan termasuk saya akan mengawal kasus tersebut dan saya minta agar Bawaslu bisa bersikap tegas. Jika hal semacam ini dibiarkan tentu akan mencederai nilai demokrasi itu sendiri. Saya khawatir bila tidak disikapi akan menjadi persoalan di kemudian hari dan menjadi preseden buruk untuk demokrasi di Kota Depok,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kota Depok itu pun khawatir nantinya masyarakat tidak patuh lagi terhadap aturan yang sudah disepakati bersama.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tindak tegas dari pihak manapun yang melanggar aturan. Jika yang melanggar dari pihak tim nomor 2 saya minta Bawaslu pun harus menindak lanjutinya. Jika tim nomor 1 yang melanggar, juga harus ditindak sesuai dengan aturan dan bukti yang ada,” terangnya.

Ketika dikonfirmasi Jurnal Depok terkait video itu, hingga berita ini ditulis Babai pun belum merespon konfirmasi tersebut. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here