Dibuka Januari, Sekolah di Depok Bakal Terapkan Sistem Shift

870
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sekolah di Depok mengaku sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.Sekolah Dasar Tunas Global di Jalan Dahlia, Pancoran Mas Depok mengaku sudah menyiapkan berbagai cara dan perlengkapan untuk melakukan kembali pembelajaran tatap muka.

Hanya saja pihak sekolah masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kota Depok mengenai keputusan boleh belajar tatap muka kembali atau tidak pada Januari 2021.

“Kami sudah siap sejak keputusan sekolah pembukaan itu diatur melalui aturan tertentu. Kami sudah siap dengan aturan tersebut. Kami sambil nunggu Pemkot Depok, kami siap,” ujar Kepala Sekolah Dasar Tunas Global Depok, Taufiqurrahman, kemarin.

Dia mengatakan, yang pertama dilakukan pihak sekolah jika memang dibuka kembali nanti adalah sosialisasi pada orang tua. Dalam sosialisasi nanti diinformasikan bahwa selama dua bulan tatap muka adalah proses adaptasi atau transisi.

“Karena sudah 10 bulan PJJ, sehingga ada seusuatu yang harus diadaptasikan kembali kebiasaan-kebiasaan teknis di sekolah,” ucapnya.

Kedua, kata Taufiq, adalah aturan teknis di sekolah yaitu soal shifting siswa. Karena dalam adaptasi kebiasaan baru, siswa tidak bisa masuk sekolah secara bersamaan. Sekolah juga menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Soal shifting siswa, karena tidak bisa masuk ke sekolah secara seluruh. Ada sistem penjadwalan untuk diadaptasikan dulu, diperkenalkan dulu anak-anak soal protokol kesehatan di sekolah, waktunya ada dua bulan. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sistem siap, sarpras siap, sosialisasi juga siap sehingga ketika pemkot putuskan buka sekolah di Januari kami siap,” tegasnya.

Soal aturan shifting, dia menjelaskan bahwa sekolah memakai aturan 50 persen dari kuota semula. Misal dalam satu kelas ada 20 siswa maka hanya 10 siswa yang diperbolehkan masuk di hari yang sama. Sisanya masuk di hari berikutnya.

“Tehnis satu kelas kalau siswa lebih dari 20 maka harus dibagi dua. Jadi 10 siswa masuk di Senin-Selasa, sisanya Rabu-Kamis. Bergantian untuk masuk sekolah. Waktu belajar berkurang dari biasa. 50 persen aja dari semula,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here