Sudah Ada Progres dari BPTJ, Idris-Imam Bakal Realisasikan Proyek Monorel

305
Idris-Imam

Jakarta | jurnaldepok.id
Calon Wali-Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menyampaikan segudang program pembangunan infrastruktur dan transportasi massal berbasis rel dalam debat putaran perdana kemarin.

Idris merasa yakin mega proyek yang menghubungkan wilayah timur dan barat akan terealisasi dalam pemerintahan nya lima tahun kedepan.

“Kami bukan hanya berencana, tapi kami sudah melakukannya dengan konkret. Pertama, tentang studi angkutan massal berbasis rel dan telah menghasilkan empat koridor, ini sudah kami lakukan,” ujar Idris dalam acara debat publik, kemarin.

Selain itu, sambungnya, untuk merealisasikan hal tersebut pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan BPTJ dalam studi lanjutan angkutan massal berbasis rel pada tahun ini.

“Tak hanya itu, JR Conection dari GDC ke Jakarta dan JA Conection dari Terminal Terpadu, ada juga yang dari Cinere ke Bandara Soekarno Hatta,” paparnya.

Terkait dengan ojek online, pihaknya juga telah melakukan penataan shelter ojek online, manajemen SSA atas restu dan kesepakatan dari Kementerian Perhubungan serta kanalisasi kendaraan roda dua dan roda empat yang bekerjasama dengan Polres di Jalan Margonda khususnya.

“Kami juga telah membentuk Dewan Transportasi Kota. Jadi ini bukan perencanaan lagi, namun sudah kami lakukan dan akan kami lanjutkan. Semangat ini juga untuk mengurai kemacetan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Depok,” jelasnya.

Dengan program tersebut, Pemerintah Kota Depok telah mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019 atas penilaian kinerja penyelenggaraan system transportasi perkotaan, serta penghargaan dari Polda Metro Jaya Road Seafty Patnership Action.

Sebelumnya, Direktur Prasarana BPTJ, Eddy Nursalam mengatakan pihaknya akan membantu mendampingi Depok dalam angkutan massal berbasis rel.

“BPTJ senantiasa bersama-sama daerah dalam mengembangkan angkutan massal berbasis rel, karena moda angkutan massal menjadi solusi dalam penyediaan layanan transportasi publik yang nyaman dan sekaligus dapat mereduksi kemacetan. Tahun ini Inshaa Allah BPTJ akan membantu melakukan studi OBC senilai Rp 1,2 miliar untuk angkutan massal berbasis rel koridor Stasiun Depok Baru-Bojongsari. Semoga diberi kelancaran,” ungkap Eddy beberapa waktu lalu.

Ia juga memastikan transportasi massal berbasis rel di Kota Depok bakal terwujud di tahun 2022. Hal itu disampaikan Eddy seusai menjadi narasumber dalam acara Forum OPD Dinas Perhubungan Kota Depok.

“Pada prinsipnya kami dukung karena ini sesuai Perpres No 5 Tahun 2018, sudah ada juga dalam rencana transportasi Jabodetabek. Ada dua dukungan yang kami berikan untuk Depok diantaranya akan memperjuangkan proyek ini (monorel,red) masuk kedalam Proyek Strategis Nasional dan kami akan bantu studi OBC di tahun ini,” terangnya.

Ia menambahkan, setelah rampung Outline Business Case (OBC) kemudian dilanjut dengan Final Business Case (FBC) dan Detail Engineering Design (DED) yang nantinya dibantu juga oleh BPTJ. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here