Kuasai Materi, Idris-Imam Lebih Santai Saat Debat Publik

98
Idris-Imam foto bareng dengan Pengurus DPP PKS, Mardani Alie Sera

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pelaksanaan Debat Publik antara dua pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota mendapatkan reaksi para pendukungnya.

Pasangan Calon Walikota Depok, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono lebih santai dan cool saat melaksanakan Debat Publik yang dilaksankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok.

Ketua Tim Relawan Inovatif Loyalis Idris Imam Sejati (TRILIIS), Yusuf Trilis Hendra mengatakan, Idris-Imam menang 7-0, kalau diibaratkan pertandingan sepak bola.

“Bang Imam cetak quattrick (3 gol) sedangkan Pak Kiai Idris cetak hattrick (4 gol). Setelah kami melakukan nobar debat bersam relawan, relawan puas dengan jawaban Idris-Imam dan mereka yakin Idris-Imam layak jadi pemimpin Kota Depok,” ujarnya, Senin (23/11).

Dirinya sudah memprediksi jauh-jauh hari jika debat publik Pilkada Depok edisi pertama tidak berjalan seimbang. Dia menambahkan, Idris-Imam tampil cool dan lebih tenang serta percaya diri dalam menghadapi debat, sedangkan kubu seberang itu tegang.

“Sikap Bang Imam dalam debat banyak menuai pujian di masyarakat karena Bang Imam cool, santai, lebih tenang dalam menjawab serta melempar pertanyaan. Bang Imam percaya diri, jadi mengenai debat itu santapan Bang Imam sehari-hari, nyatanya Idris-Imam lebih menguasai debat,” katanya.

Menurut dia, Idris-Imam lebih menguasai debat karena pengalamannya dan jam terbangnya.

“Serta lebih cool dan percaya diri baik menjawab pertanyaan maupun memberikan pertanyaan kepada kubu seberang. Idris-Imam jauh lebih unggul dalam debat pertama ini sedangkan kubu sebelah kami nilai gagal fokus karena banyak pertanyaan yang dijawab oleh kubu sebelah agak kurang nyambung. Itu ciri khas Bang Imam, yang terpenting Idris-Imam itu selalu menjawab pertanyaan tidak pernah keluar konteks alias nyambung. Beda dengan kubu sebelah banyak pertanyaan yang dijawab agak kurang nyambung,” ungkapnya.

Hal itu terungkap saat Imam bertanya sejauh mana pemahaman Afifah soal mekanisme Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Afifah justru menjawabnya dengan membahas soal pembangunan yang tak merata. Saya tahu benar Bang Imam itu selain hobby baca buku, ia juga senang diskusi dan berdebat karena di kepala Bang Imam itu banyak gagasan, ide-ide brilian, karena saya sering berdiskusi sampai pagi dengan Bang Imam, urusan berdebat itu ia jagonya karena itu santapan sehari-hari dia,” paparnya.

Dengan keberhasilan Idris-Imam di panggung debat publik pertama, Yusuf Trilis meminta kepada seluruh tim relawan jangan jumawa.

“Kepada relawan Idris-Imam jangan jumawa, kita tetap fokus bergerak untuk meraih dan menjemput kemenangan Idris-Imam yang sudah di depan mata,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here