KPU Berharap Debat Publik Bisa jadi Referensi Bagi Pemilih

64
Komisioner KPU Depok foto bersama usai debat

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Debat Publik Pilkada Depok yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok diharapkan bisa menjadi referensi bagi pemilih. Hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna.

“Kita berharap debat publik ini menjadi referensi bagi pemiilih untuk menentukan pilihannya,” ujar Nana, kemarin.

Kemudian, Nana juga mengatakan pihaknya berharap agar kondisi kondusif yang telah terbangun sejak awal Pilkada dapat terjaga hingga akhir.

“Kami berharap kondisi yang kondusif ini dapat terus terjaga sampai dengan tuntasnya Pilkada Kota Depok,”katanya.

Dia menuturkan, debat publik merupakan salah satu metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU guna memaksimalkan kampanye masing-masing Paslon.

Nana menilai, momentum debat publik dapat dimanfaatkan oleh masing-masing Paslon untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja.

Sebab menurutnya, acara tersebut disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Depok.

“Kami juga ingin dengan dilaksanakan debat ini dapat menjadi salah satu referensi bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya kelak pada 9 Desember mendatang,” jelasnya.

Sebagai Informasi, KPU Kota Depok selanjutnya akan menyelenggarakan Debat Publik kedua pada 30 November pukul 19.00-21.00 di Kompas TV. Kemudian, debat ketiga akan dilaksanakan pada 4 Desember Pukul 19.00-21.00 WIB di TV One. Sedangkan kampanye berakhir pada tanggal 5 Desember 2020.

“Setelah itu memasuki masa tenang selama tiga hari (6-8 Desember 2020) dan pencoblosan dilakukan pada 9 Desember 2020,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga menyiarkan di Channel YouTube kpukotadepok untuk menyaksikan debat tersebut.

Sementara itu Ketua Perempuan Gappura Mas, Indria Sari menambahkan, agar debat publik jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban dan harus dibuat mampu mengelaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal.

Dia menerangkan, pilkada kali ini memiliki tantangan yang cukup berat karena digelar dalam kondisi pandemi Covid-19.

Jangan monoton, atau sekadar menggugurkan kewajiban pasangan calon dalam tahapan kampanye Pilkada 2020.

“(Seharusnya,red) debat di masa pandemi sangat strategis karena bisa menjangkau pemilih lebih masif melalui media penyiaran,” ucapnya.

Pilkada memiliki sejumlah tantangan utama karena harus berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih di masa kampanye menurun.

“Kualitas kompetisi yang bebas dan adil (kompetisi yang kompetitif) bisa terdistorsi karena batasan-batasan kandidat dalam menjangkau pemilih akibat pandemik Covid-19,” pungkasnya. n Aji Hendro S

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here