Khawatir Ada Yang Rusak, KPU Cadangkan Surat Suara Sebanyak 32.689

192
Ketua KPU didampingi Bawaslu dan Forkopimda saat meninjau pencetakan surat suara

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok terus memastikan logistik pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 tersedia.

Akhir pekan kemarin, KPU Kota Depok mengajak Forkopimda dan Bawaslu melakukan peninjauan dan pengawasan produksi surat suara yang dilakukan di PT. Gramedia Printing Jalan Rancaekek KM. 24 – Bandung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kota Depok, Kapolres Metro Depok, Dandim 0508 Depok, Pjs. Wali Kota yang diwakili Kabag Pemerintahan serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Depok.

“Tujuan dilakukannya kegiatan pengawasan produksi surat suara ini adalah KPU Kota Depok ingin memberikan gambaran dan penjelasan kepada pihak terkait tentang produksi surat suara di perusahaan, mulai dari penyerahan materi, pencetakan, penyortiran, pelipatan sampai dengan packing dan pengiriman dari perusahaan ke gudang. Seluruh kegiatan tersebut diawasi oleh pihak kami, agar kami dapat memastikan bahwa semua berjalan baik,” ujar Nana Shobarna, Ketua KPU Depok, kemarin.

Ia menjelaskan, jumlah surat suara yang dicetak adalah sejumlah DPT yakni sebanyak 1.262.052 lembar surat suara dan ditambah 2,5% sebagai cadangan atau sejumlah 32.689. Pihaknya mengestimasi surat suara tersebut akan masuk gudang KPU pada 24 November.

“Atau bahkan bisa lebih cepat. Kami terus berupaya agar semua logistik bisa kami terima dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, KPU Kota Depok saat ini selain sedang melakukan tahapan rekrutmen anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga tengah fokus kepada tahapan logistik. Tahapan logistik juga merupakan tahapan krusial dan penting yang memerlukan perhatian secara khusus.

“Logistik pemilihan berupa surat suara merupakan salah satu instrumen penting tahapan dalam penyelenggaraan pemilu atau pilkada yang tidak boleh dianggap remeh. Seperti penyelenggaraan saat ini, pilkada sejatinya adalah kontestasi demokrasi, mencari dan memilih pemimpin dengan mekanisme pemberian hak suara oleh para pemilih. Mekanisme memilih ini terekam dan teradministrasikan melalui surat suara. Jadi, logistik surat suara pilkada memiliki peran yang penting dalam suksesi kontestasi disamping instrumen logistik yang lain,” jelasnya.

Dikatakannya, sejak awal KPU Kota Depok telah mempersiapkan dan merencanakan pengelolaan logistik pilkada ini dengan standar operasional prosedur ‘just in time’ dalam penyelenggaraan kali ini.

“Kami mengedepankan prinsip tepat jumlah, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat kualitas sehingga dalam pelaksanaan pilkada tidak dijumpai hambatan dan kendala mengenai logistik pemilihan sampai dengan semua tahapan pilkada selesai,” katanya.

Sebagai informasi logistik pilkada yang sudah diterima di gudang KPU Kota Depok diantaranya kotak suara, bilik, segel, hologram, sampul dan lain sebagainya.

“Kami tetap terus akan mengupayakan pengelolaan logistik ini dapat terlaksana dengan baik, transparan dan akuntabel. Dari kunjungan peninjauan dan pengawasan produksi surat suara ini, Alhamdulillah semua pihak mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh kami dalam pengadaan surat suara ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga tak bosan terus mengajak masyarakat Depok agar tidak lupa pada 9 Desember 2020 datang ke TPS dengan tentunya mematuhi penerapan protokol kesehatan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here