Idris: Jadikan Momen Pilkada untuk Adu Gagasan, Bukan Adu Ayam

290
Warga Kelurahan Sawangan foto bersama dengan Mohammad Idris saat berkampanye di Gg Poncol

Sawangan | jurnaldepok.id
Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, ajang pilkada seharusnya dimanfaatkan untuk adu gagasan bukan adu cupang apalagi adau ayam. Hal itu dikatakan Idris saat menggelar kampanye di enam titik di wilayah Sawangan.

“Pilkada kan memang harus adu gagasan, artinya jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang membuat kita marah dan menimbulkan konflik. Jangan sampai demokrasi ini merusak kecerdasaan berbangsa dan bernegara, itu filosofinya (bukan adu ayam,red),” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Minggu (15/11).

Dalam kesempatan itu ia mengatakan, jangan mudah memanfaatkan bantuan presiden dikarenakan bantuan presiden merupakan uang rakyat yang harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Bahwa bantuan presiden itu menunjukkan kepedulian beliau (presiden,red), bukan presiden diklaim sebagai partai dia, itu enggak boleh, apalagi calon. Begitu juga bantuan-bantuan yang bersumber dari APBN seperti Kemenkes maupun Kemensos yang dialokasikan misalanya ke Karang Taruna, nah Karang Taruna juga jangan kepancing, inilah istilahnya politik adu ayam. Jangan sampai gara-gara sembako dan gara-gara duit malah kita nanti hidup tidak bersaudara,” paparnya.

Dari itu sambungnya, ia meminta masyarakat terlebih pendukungnya agar tidak mudah terpancing dengan istilah pilkada adu ayam.

“Kita harus adu gagasan dalam pilkada ini, bukan adu ayam. Nanti ada juga adu gagasan di debat kandidat yang disiarkan langsung oleh televisi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, janji atau program kampanye yang digulirkan bersama pasangannya Imam Budi Hartono merupakan hasil kajian yang mendalam.

“Seperti menciptakan 5.000 pengusaha baru, menaikan insentif RT, RW dan LPM, membangun sekolah/madrasah negeri di setiap kecamatan, itu semua sudah hasil pemikiran dan kajian kami. Jadi bukan sekedar janji-jani manis,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, dalam memimpin sebuah daerah seseorang tidak boleh coba-coba dikarenakan hasilnya akan berbahaya.

Sementara itu Ketua DPC PPP Kota Depok, Hj Qonita Lutfiyah meminta seluruh kadernya tetap mengedepankan politik santun.

“Jangan pernah terpancing dengan kondisi saat ini, baik di lapangan maupun di media sosial. Semua harus disikapi dengan bijak dan santun. Betul kata Pak Idris, pilkada ini momen adu gagasan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here