Siswa SMK Lingga Kencana Juara Turnamen Pencak Silat Internasional

147
Riski Wahyudi (tengah) didampingi kepala sekolah dan dewan guru Lingga Kencana usai menerima medali

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Riski Wahyudin siswa kelas 11 OTKP, SMK Lingga Kencana Depok belum lama ini menerima penghargaan dari sekolah atas prestasinya meraih medali emas pada ajang turnamen pencak silat Paku Bumi Open Virtual tingkat Internasional memperebutkan piala bergilir Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) H. Eddie M. Nalapraya.

Atas raihan prestasi tersebut, Riski yang tak lain merupakan Putra pimpinan Perguruan Pencak Silat Pasundan Indonesia (PPSI), Sobirin mendapat Reward dari pihak sekolah berupa pembebasan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama 6 bulan.

Kepada Jurnal Depok, Kepala SMK Lingga Kencana Ruslan Muntaha mengaku sangat mensyukuri raihan prestasi yang telah dipersembahkan oleh Riski, terlebih kata dia turnamen Paku Bumi Open Virtual merupakan salah satu ajang turnamen bergengsi yang telah diakui oleh masyarakat Internasional.

“Alhamdulillah siswa kami mampu mempersembahkan prestasi gemilang pada ajang turnamen pencak silat internasional, ini merupakan prestasi luar biasa oleh sebab itu kemi menilai wajar jika sekolah kami memberikan reward berupa pembebasan uang SPP selama setengah tahun,” ujar Ruslan.

Pernyataan senada disampaikan oleh H. Nursan bendahara Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) yang menaungi SMK Lingga Kencana.

“Kami sangat antusias dengan torehan prestasi yang diukir oleh Riski Wahyudin siswa kelas 11 SMK Lingga Kencana, kami berharap raihan prestasi ini akan memotivasi siswa lainnya untuk lebih giat lagi menekuni bakat dan hobi baik dibidang akdemis maupun non akademis demi mengharumkan nama sekolah dan wilayah,” ujar Nursan kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan, Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) akan terus berupaya meningkatkan perhatian kepada sekolah dibawah naungan YKS yang mampu mencetak siswa berprestasi.

“Setiap presstasi akan sangat kami hargai, karena ini sangat penting bagi upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan formal sekolah dibawah naungan YKS,” imbuhnya. Hal senada dilontarkan oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) Ujang Tajudin.

Dikatakan Ujang, meskipun selama ini Yayasan sangat fokus dengan pembenahan sarana prasarana penunjang pendidikan, namun lanjut dia bukan berarti pengurus Yasayaan mengabaikan sisi kualitas hasil pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) disemua strata pendidikan sekolah dibawah naungan YKS.

“Kami terus berupaya menyeimbangkan pembangunan sarpras penunjang KBM dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pembelajaran, ini salah satu hasil positif yang menjadi kebanggaan semua” pungkas Ujang. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here