Takut Berdampak Negatif Terhadap Tubuh, Warga Meragukan Vaksin Covid 19

103
ilustrasi-istimewa

Margonda | jurnaldepok.id
Sebagian warga Kota Depok mengaku masih meragukan dan menolak vaksin Covid-19, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, salah satu alasannya adalah soal kehalalan vaksin itu.

Pejabat Sementara Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan itu saat dikonfirmasi awak media yang mengatakan secara garis besar yang menolak itu terdapat empat alasan.

Menurut Dedi, warga tidak percaya atau kurang yakin vaksin dapat menjadi penyembuh Covid-19. Beberapa warga justru khawatir berdampak negatif, seperti tubuh malah menjadi sakit.

“Yang terakhir itu masih ada keraguan soal kehalalan vaksin,”ujarnya, kemarin.

Ketika ditanya berapa jumlah warga yang menolak vaksin, Dedi mengaku lupa.

Namun demikian, Dedi menegaskan, pemerintah telah siap menyalurkan vaksin meski belum diketahui secara pasti kapan bakal terealisasi. Sebabnya, masih diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Infomasinya itu masih diteliti di BPOM, apakah akan November atau Desember atau awal tahun 2021, ini kewenangan pemerintah pusat. Intinya Depok kalau diminta November menerima vaksin, sudah siap,”katanya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Kota Depok menjadi daerah sasaran vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Dia menuturkan, Kota Depok merupakan daerah dengan tingkat penularan Covid-19 tertinggi di Provinsi Jawa Barat sehingga harus menjadi sasaran prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

Ridwan Kamil menyatakan akan memberikan jatah 3 juta vaksinasi vaksi Covid-19 untuk warga Bogor, Bekasi dan Depok.

“Belum semua warga di sana divaksin. Wilayah tersebut hingga saat ini masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jabar. Jumlah ini bagian dari 9,1 juta dosis vaksin yang tersedia untuk warga Indonesia hingga Desember 2020,” ungkapnya.

Sebanyak 9,1 juta dosis vaksin tersebut datang dari sejumlah perusahaan vaksin China; Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

“Arahnya memang diberikan di daerah yang (melalui analisis) epidemiologis termasuk tinggi (penyebaran kasus positifnya), yaitu Jabodetabek. Sehingga Jabar mengajukan 3 juta vaksin untuk Bodebek,” kata Ridwan Kamil.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, Emil mengatakan, pihaknya akan melalukan simulasi persiapan penyuntikkan vaksin terhadap warga Bodebek. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here