Nyablon Kaos untuk Pendukungnya, Imam Janji Perhatikan Pelaku UMKM

44
Calon wali kota Depok, Imam Budi Hartono saat melakukan proses penyablonan kaos

Cipayung | jurnaldepok.id
Usaha sablon yang digemari kalangan anak muda dinilai bisa mengurangi angka pengangguran tenaga kerja dengan hasil karya inovasi.

Demikian dikatakan Calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono saat melakukan penyablonan perdana kaos Imam Budi Hartono Bersurjan dan Blangkon Ojo Lali Nomor Loro di Northink Percetakan di kawasan Cipayung, Sabtu (7/11).

Imam yang didampingi oleh Yusuf Trilis dan Indria Trilis Sari kepada wartawan mengatakan, usaha sablon yang didominasi dilakukan oleh anak muda saat ini layak diperhatikan.

Dia mengatakan, dunia percetakan semakin hari mengalami perkembangan yang mengakibatkan saat ini hanya kaos dengan pola cetak yang masih bertahan.

“Percetakan spanduk sudah tidak ada, hanya kaos saja yang masih ada, untuk itu mari teman-teman kita bantu para pelaku usaha sablon kaos. Jika pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono menang maka akan memperhatikan para UMKM yang ada di Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu owner Northink, Rendra mengapreasiasi kehadiran calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono ke lokasi workshopnya.

“Alhamdulilah Bang Imam yang didampingi Bang Yusuf datang dan sekaligus menyablon kaos Ojo Lali Nomor Loro,”katanya.

Rendra mengaku, di musim masa Pilkada ini sudah mendapatkan pesanan dari tim sukses pengusung calon salah satunya dari Imam Budi Hartono.

Di lokasi sama Ketua Tim Relawan Inovatif Loyalis Idris Imam Sejati (Triilis), Yusuf Trilis Hendra merasa bangga dengan kehadiran Imam Budi Hartono ke lokasi percetakan.

“Kami bangga dan senang bang Imam bisa datang ke lokasi percetakan bahkan beliau menyablon baju Ojolali Nomor Loro,” tandasnya.

Yusuf menambahkan kaos tersebut nantinya akan dibagikan kepada relawan saat kegiatan bimtek saksi di luar TPS yang rencananya akan dilaksanakan pada, Minggu (15/11) mendatang.

“Kaos ini berkonsep Jawa Tengah dimana Imam menggunakan baju Surjan dan kepalanya memakai Blangkon dan tertulis Ojo Lali Nomor Loro. Bagi orang Jawa, makna blangkon bukan sekedar sebagai penutup kepala. Blangkon memiliki filosofi, sekaligus merupakan simbol status bagi pemakainya,” jelasnya.

Istilah blangkon berasal dari kata ‘blangko’, dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang siap pakai.

“Sebab awalnya penutup kepala ini memang tidak bisa langsung dipakai begitu saja, melainkan diikat melalui proses pembuatan simpul yang cukup rumit. Kepala yang ditumpanginya mengisyaratkan jagad alit. Sebab dalam peranan manusia sebagai khalifah, kita membutuhkan kekuatan Tuhan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here