Angkat Budaya Jawa, Triilis Cetak Kaos Imam Bersurjan dan Blangkon

31
Inilah Jersy yang dibuat tim Triilis

Beji | jurnaldepok.id
Setelah berhasil merilis lagu Ojo Lali Nomor Loro, kini Tim Relawan Inovatif Loyalis Idris Imam Sejati (Triilis) sedang mempersiapkan kaos Imam Budi Hartono.

Ketua Triliis, Yusuf Trilis Hendra kepada wartawan mengatakan, timnya terus melakukan kegiatan yang berinovasi untuk kemenangan pasangan Idris-Imam di Pilkada Depok.

“Usai kami mendeklrasikan dan memberikan dukungan kepada Idris-Imam, kami tidak diam akan tetapi terus bergerak untuk Idris-Imam,” ujarnya, Rabu (5/11).

Baju Jersey yang sudah dibuat ternyata dipakai oleh Imam saat melakukan sosialisasi ke lingkungan warga yang didatanginya.

“Bang Imam menghargai karya dan inovasi yang sudah diciptakan oleh pelaku usaha di Kota Depok. Salah satu inovasi yang saat ini dikerjakan yakni membuat kaos berkonsep Jawa Tengah dimana Imam menggunakan baju Surjan dan kepalanya memakai Blangkon dan tertulis Ojo Lali Nomor Loro,” paparnya.

Yusuf menambahkan, bagi orang Jawa, makna blangkon bukan sekedar sebagai penutup kepala. Blangkon memiliki filosofi, sekaligus merupakan simbol status bagi pemakainya.

“Istilah blangkon berasal dari kata ‘blangko’, dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang siap pakai. Sebab awalnya penutup kepala ini memang tidak bisa langsung dipakai begitu saja. Melainkan diikat melalui proses pembuatan simpul yang cukup rumit. Maka dari itu diciptakanlah blangkon, penutup kepala yang siap pakai. Kepala yang ditumpanginya mengisyaratkan jagad alit. Sebab dalam peranan manusia sebagai khalifah, kita membutuhkan kekuatan Tuhan,”katanya.

Blangkon, lanjutnya, menyimbolkan kekuatan Tuhan yang diperlukan bila manusia ingin menjalankan tugasnya untuk mengurus alam semesta.

“Kami harap jika Bang Imam menjadi Wakil Walikota Depok mendampingi Mohamad Idris bisa menjalankan tugasnya,”katanya.

Yusuf menambahkan, di kaos tersebut Imam mengenakan pakaian Surjan. Surjan merupakan pakaian adat Jawa yang berbentuk kemeja atau atasan dan dirancang khusus untuk dikenakan kaum pria.

“Dengan memilih motif bunga maupun lurik, surjan ini didesain dengan lengan panjang serta memiliki kerah tegak. Zaman dahulu surjan hanya bisa digunakan untuk para bangsawan dan juga abdi keratin,” jelasnya.

Nama surjan sendiri, kata dia, diambil dari gabungan dua kata yakni suraksa dan janma hingga disingkat menjadi surjan.

“Suraksa-janma memiliki arti manusia, namun tak jarang pula yang mengatakan jika surjan berasal dari kata siro dan jan yang bermakna pelita. Berdasarkan sejarah, surjan sudah ada bahkan sejak zaman kerajaan islam mataram dan diciptakan pertama kali oleh sunan kalijaga.

“Ya kaos tersebut sedang dalam proses pekerjaan di salah satu studio di Cipayung, kami desain. Ini merupakan dukungan dari kamil dengan ide-ide yang kreatif,” ucapnya.

Sebelum masuk ke proses percetakan timnya mengirimkan materi desain gambar tersebut dan mendapatkan respon serta diapresiasi oleh Imam.

“Jika tidak ada halangan Imam akan datang ke lokasi studio percetakan sablon, Kamis (5/11). Rencananya baju tersebut akan dipakai oleh Imam saat melakukan sosialisasi dan kampanye serta akan dibagikan ke warga, baju kampanye harus memiliki filosofi yang baik,” katanya.

Selain itu, jersy tersebut juga akan dibagikan saat pelatihan relawan Idris Imam yang disiapkan untuk saksi di luar Tempat Pemungutan Suara.

“Sehingga bisa memiliki daya magis seolah yang kita pakai ini adalah doa. Harapannya saat kita memakai ini bisa menjadi kepala daerah bisa mengayomi dan menyejahterakan masyarakat Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here