Lukai Hati Umat Islam, Imam Kecam Pernyataan Presiden Perancis

49
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Presiden Prancis, Emmanuel Macron membuat umat Islam di dunia marah atas pernyataanya.
Pernyataan presiden Prancis juga membuat sakit hati umat Islam atas pelecehan dengan mendukung karikatur Nabi Muhammad dipajang di negara tersebut.

Menyikapi hal itu, calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menilai pernyataan presiden Prancis tidak terpuji.

“Kami sebagai umat Islam merasa tersinggung atas apa yang disampaikan Emmanuel Macron. Apalagi sekarang kami sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pernyataan Emmanuel Macron ini tentu sangat membuat hati umat muslim di seluruh penjuru dunia tersakiti,” ujar Imam, Selasa (3/11).

Ia mengatakan, sebagai seorang pemimpin negara, tak layak bagi Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang sangat menyinggung hati umat Islam. Sebab hal tersebut menyangkut dengan keyakinan umat Islam dan hal sakral dalam agama.

“Tidak layak seorang presiden yang memimpin negara maju mempertontonkan sikap intoleran di hadapan dunia. Sikap itu patut dikecam,” paparnya.

Imam menyebut pernyataan Emmanuel Macron seakan memperlihatkan watak dan sikap intoleran bagi umat lain yang menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin tertinggi agama.

“Dia (Marcon) memperlihatkan kekerdilan berpikir, dan terkesan menyeret dunia dalam kegaduhan. Karena ini menyangkut dengan keyakinan umat, dan hal sakral terkait suatu agama,” tegasnya.

Presiden Macron, lanjut Imam, harus mengubah cara berkomunikasinya termasuk meminta maaf kepada masyarakat dunia.

“Jangan karena berdalih kebebasan berekspresi kemudian menodai agama lain dan menciptakan kegaduhan dunia. Kebebesan berekspresi harus ditempatkan di posisi yang tepat supaya tidak menimbulkan kekacauan,” katanya.

Sebagai bentuk kekecewaan dan protes, umat Islam pun menyerukan memboikot segala bentuk produk dari Prancis yang beredar di Indonesia.

“Dengan bentuk protes ini, semoga dapat mengetuk hati Presiden Prancis dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam atas pernyataan yang telah dibuatnya,” ungkapnya.

Imam menegaskan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah melayangkan surat kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penghinaan kepada Nabi Muhammad.

PKS, lanjut Imam, tidak bisa diam atas pernyataan Macron sebagai tanda bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“PKS sangat mengecam dan mengutuk keras sikap Macron karena dinilai provokatif dan tidak sesuai dengan nilai fundamental dan demokrasi serta penghormatan terhadap keberagamaan. Saat kita mencintai seseorang maka tak akan pernah rela jika ada seseorang yang kita cintai dihinakan dan dinistakan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here