Wow…Mantan Kader PDIP Berbondong-bondong Dukung Idris-Imam

520
Inilah para mantan kader PDIP yang saat ini mantap dukung pasangan Idris-Imam (kiri ke kanan), Harsono, Ugi, Novi, Rintis dan Martin

Cilodong | jurnaldepok.id
Beberapa mantan kader militan PDI Perjuangan Kota Depok yang memiliki jabatan penting di masanya beberapa waktu lalu, kini komitmen mendukung pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di pilkada, 9 Desember 2020.

“Berdasarkan kualitas kepemimpinan beliau (Idris,red) lima tahun lalu dan lima tahun sebelumnya saat menjadi wakil wali kota, saya pikir Pak Idris menjadi pemimpin yang cukup amanah di Kota Depok dan sudah mampu merealisasikan program yang dituangkan di RPJMD,” ujar Rintis Yanto, mantan kader PDIP yang pernah menjabat Ketua DPRD Depok, kemarin.

Ia menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, Idris sudah on the track terhadap RPJMD sesuai dengan janji politik lima tahun lalu.

“Itulah sebabnya saya memilih kembali Pak Idris dan Pak Imam saat ini,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan Anggota DPRD Depok yang juga dari PDI Perjuangan, Ugi Sugiarto.

“Saya yakin, karena saya pernah di DPRD Depok bersama Pak Imam pada periode 2004-2009. Jadi saya tahu kualitas kerjanya dan saya jatuhkan pilihan kepadanya,” tandasnya.

Atas modal pengalamannya duduk di DPRD, Ugi mengatahui bagaimana cara mengedrive eksekutif dari kemampuannya.

“Saya bukan pilih nomor satu atau dua, tapi lebih kepada figure, jatuhnya ke Pak Imam ya karena saya pernah bersama-sama. Pak Idris sudah pengalaman di eksekutif dan Pak Imam sudah berpengalaman di legislatif,” katanya yang juga pendiri Relawan MPLS.

Sementara itu, mantan Sekretaris Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Pondok Petir, Harsono memberikan alasan kenapa akhirnya ia memutuskan memilih pasangan Idris-Imam.

“Pertama kami melihat dari kapasitas dan kapabelitasnya, selain beliau (Idris,red) seorang ulama, juga berpengalaman di pemerintahan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sambungnya, 10 program janji kampanye terdahulu juga nyaris diselesaikan secara keseluruhan.

“Contoh di wilayah kami di Pamulang Elok, kini jalan-jalan sudah dihot mix, taman kelurahan juga sudah dibangun. Jadi, janjinya bukan di awang-awang namun sudah terbukti,” jelasnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok sekaligus caleg PDI Perjuangan di pileg 2019 lalu, Novi Anggraini Munadi lebih awal memberikan dukungan kepada pasangan Idris-Imam. Bahkan dirinya telah membentuk Relawan Ngikut Idris Imam (Ngidam).

“Kami sudah bergerak sejak beberapa bulan lalu di 11 kecamatan, sudah berjalan. Kami memakai system multi level marketing untuk menggaet massa dengan menggelar pelatihan kelompok bersama Nadi Center,” ujar Novi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan rutin satu minggu sekali. Dimana, dalam satu kelompok pihaknya melibatkan 11 hingga 21 orang, begitu seterusnya.

“Nadi Center ini kan sudah tiga tahun, kami sudah memiliki anggota selama tiga tahun itu 3.000 orang, dan yang 5.000 ini target anggota baru. Yang 3.000 itu ruang lingkupnya hanya Panmas, tapi sekarag sudah merambah di 11 kecamatan,” jelasnya.

Dirinya meyakini, 85 persen pemilihnya di pileg 2019 lalu akan ikut dirinya memenangkan pasangan Idris-Imam.

“Sisanya yang 15 persen kami tidak bisa memaksa mereka, karena kan berbeda. Kami yakin dan optimistis duet Idris-Imam ini menang di pilkada besok,” ungkapnya.

Alasan dirinya mendukung pasangan Idris-Imam tak lain ia menilai banyak program untuk memajukan perempuan dan anak di Kota Depok, khususnya membangun skill perempuan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here