Putus Mata Rantai Tawuran Pelajar, Sekolah Harus Diberi Sanksi

74
Rezky M Noor

Beji | jurnaldepok.id
Aksi tawuran siswa atau remaja hingga menimbulkan korban jiwa mendapat rasa keprihatinan dari Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Rezky M Noor.

“Kami harap kepada pihak penyelengara sekolah atau lembaga pendidikan untuk lebih memperhatikan pembinaan mental terhadap anak didiknya. Banyaknya kejadian tawuran di kalangan pelajar ini dipicu oleh berbagai faktor. Antara lain, saat ini semakin kurang tempat bagi remaja untuk menunjukkan eksistensi/ekspresi mereka,” ujar Rezky, kemarin.

Masalah lain yang jadi pemicu tawuran tersebut, tambahnya, adalah kurangnya waktu berkomunikasi antara anak dan orang tua di rumah. Dirinya juga mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi kegiatan anaknya.

“Keberhasilan tidak selalu ditentukan dari tingkat kecerdasan intelegensi akan tetapi sikap mental dari para siswa. Sebagai bentuk pemberian efek jera terhadap siswa yang terlibat tawuran, pelajar tersebut mesti mendapat sanksi berupa hukuman, namun bersifat mendidik,” katanya.

Namun, katanya, jangan memberikan hukuman yang tidak mendidik, contohnya seperti menjemur di lapangan terbuka, hukuman tersebut dinilai sangat tidak mendidik.

Sebab, lanjut dia, hukuman tersebut tidak mendatangkan manfaat positif bagi pelajar lingkungan sekolah, bahkan sanksi itu dapat menciptakan kemunduran mentalitas dan pelajar akan bertambah sulit diatur.

Dikatakannya, agar ke depan tidak lagi terjadi tawuran antar sesama pelajar, DRPD meminta kepada Disdik harus mengambil sikap dan tindakan terhadap pelajar dan sekolah yang sering melakukan aksi tawuran.

“Menyelesaikan tawuran tidak cukup dengan upaya parsial, tapi harus holistik, menyeluruh alias melibatkan semua pihak. Pemerintah, aparat, sekolah, orang tua murid, hingga para alumni sekolah. Oleh karena itu untuk menunjukan diri mereka eksis dan diakui oleh lingkungannya, maka salah satu caranya dengan menunjukan ekpresi mereka dalam bentuk negatif, seperti tawuran,”paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, berbagai pihak terkait harus bisa menyediakan sarana ekspresi bagi remaja, seperti tempat olahraga dan kesenian.

“Olahraga bisa mengajarkan setiap orang untuk berkompetisi secara sportif. Kami juga menyarankan kepada orang tua siswa dan guru untuk selalu memantau kegiatan anaknya apalagi saat ini proses Kegiatan Belajar Mengajar masih dilaksanakan online. Kami merasa prihatin jika generasi muda sering terlibat tawuran dan menyangkan terkait generasi bangsa yang ada pada tangan mereka,”katanya.

Dia juga mengimbau kepada dinas terkait untuk melakukan razia senjata tajam dimana dikabarkan mereka para pelajar membeli senjata yang digunakan untuk tawuran dibeli dengan cara online.

“Kami juga imbau jika ada kerumunan atau siswa bergerombol untuk diantisipasi. Masalah tawuran remaja jangan dianggap kecil atau remeh karena sudah membahayakan dan perlu dicegah sedini mungkin,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here