Rekreasi Tak Dilarang, Gubernur Minta Masyarakat Waspada Klaster Liburan

143
Ridwan Kamil

Margonda | jurnaldeppk.id
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai klaster Covid 19 paska libur panjang. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk menahan diri tidak bepergian guna menghindari penyebaran Covid 19.

Hal ini diutarakannya berkaitan dengan adanya libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah dan cuti bersama akhir Oktober.

“Kami imbau bagi warga Jawa Barat, khususnya Depok untuk dapat menahan diri tidak bepergian, dan dapat berinteraksi di sekitar rumah saja,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Harapan ini diutarakan meskipun tidak ada larangan untuk pergi rekreasi. Namun, hal yang perlu diingat adalah menghindari kerumuman merupakan salah satu cara mencegah penularan Covid 19.

“Ini sebagai antisipasi dari pihak Pemerintah Jawa Barat, meski tempat destinasi wisata sudah memaksimalkan penerapan ketat protokol kesehatan,” katanya.

Pihaknya telah meminta pengelola destinasi wisata untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya adalah membatasi persentase jumlah kapasitas pengunjung hanya 20 persen.

“Tidak ada larangan buat bepergian ke luar kota, tapi kami meminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker,” paparnya.

Peringatan ini disampaikan belajar dari pengalaman libur panjang pada Idul Adha lalu. Ternyata dampak penularan virus baru diketahui setelah 14 hari atau dua pekan.

“Untuk itu, mari jaga diri untuk tidak terjangkit,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau warga DKI Jakarta tidak menggunakan waktu libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah pekan depan untuk berjalan-jalan ke destinasi wisata di Jawa Barat. Imbauan ini terkait antisipasi penyebaran Covid 19 pasca liburan.

“Baru dapat arahan dari pemerintah pusat untuk mengurangi pergerakan,” katanya.

Pasca libur panjang akhir pekan pada Idul Adha 2020 lalu, ada peningkatan kasus terkonfirmasi. Peningkatan kasus itu terpantau dua pekan setelah masa liburan.

“Saya mengimbau karena Puncak biasa wisatawan dari Jakarta. Kepada warga Jakarta ikuti imbauan dari pemerintah, kalau bisa tidak memaksakan diri (liburan) ke Puncak dan Cianjur. Maksimalkan rekreasi dekat wilayah rumah masing-masing,” imbaunya.

Pemerintah juga bakal melakukan penyekatan-penyekatan pada ruas jalan menuju ke tempat wisata.

Ridwan memberi contoh, pemberlakuan buka tutup jalan menuju Puncak dari Jakarta seperti pada saat sebelum pandemi. Tindakan penyekatan jika dirasa volume (kendaraan) melebihi apa yang diperkirakan.

“Intinya tidak dilarang (masuk ke Jabar) tapi kami ada kapasitasnya. Kalau dalam hitungan traffic berlebih, kami pasti tutup,” tegasnya.

Dia mengaku tidak bisa membuat larangan bagi warga untuk bepergian di masa pandemi Covid 19 ini.

“Karena pariwisata dibuka tapi kalau bisa kita cegah potensinya. Covid 19 senang di kerumunan, tempat ramai, pasar, mal. Itu yang kami khawatir (jadi tempat penyebaran),” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here