Universitas Indonesia Miliki Tiga Wakil Rektor Baru

45
Inilah tiga wakil Rektor baru UI

Beji | jurnaldepok.id
Universitas Indonesia (UI) menggelar acara serah terima jabatan dan pelantikan tiga Wakil Rektor di Balai Kirti, Pusat Administrasi Universitas, Kampus Depok, pada Rabu (21/10).

Pada acara tersebut Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E, M.A, Ph.D melantik Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc.; drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K); dan Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Wakil Rektor Riset dan Inovasi; dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UI bernomor 1701, 1702, 1703/SK/R/UI/2020, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc menggantikan Prof. Dr. rer. nat. Rosari Saleh.

drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K) menggantikan Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc; dan Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA menggantikan Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi, M.A. sebagai wakil rektor untuk periode rektor 2019-2024.

Dalam kata sambutan, Ari Kuncoro menuturkan, perubahan merupakan hal lumrah terjadi di sebuah organisasi.

“Saat ini kami tengah berada di situasi pandemi, menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi gesit menghadapi perubahan yang banyak terjadi di luar. Improvisasi dibutuhkan untuk menyongsong kompetisi global,” ujarnya, Rabu (21/10).

Pandemi ini, kata dia, membuka peluang kolaborasi yang sangat luas, didukung dengan peningkatan pemanfaatan information communication technology.

“UI terus menggencarkan kerja sama dan memanfaatkan peluang kolaborasi dengan ABG yaitu Academic – Business – Government,” jelasnya.

Peningkatan mobilitas perguruan tinggi, baik itu kerja sama pendidikan, penelitian dan hilirisasi juga menjadi penting saat ini. Untuk menguatkan itu semua, dibutuhkan point of contact.

“Para wakil rektor merupakan point of contact yang sangat penting. Kerja sama tim sangat dibutuhkan di dalam menangkap ragam kesempatan yang sangat langka tersebut,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ari juga mengingatkan bahwa para pimpinan di fakultas, sekolah, maupun vokasi, juga merupakan ujung tombak untuk meningkatkan kapasitas perguruan tinggi.

“Segenap pimpinan di UI harus membuka diri pada kolaborasi multidisiplin, karena kita saat ini sudah tidak bisa jalan sendiri dan harus saling mendukung,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here