Idris Bersikap Bijak Melihat APK nya Dilucuti di Jalan Raden Saleh

142
Mohammad Idris foto bersama usai mendapatkan dukungan dari Keluarga Besar H Zaenal Abidin

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersikap bijak dalam menyikapi pelucutan Alat Peraga Kampanye (APK) oleh orang tak bertanggungjawab di Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (18/10) kemarin.

Idris juga meminta kepada para relawan dan pendukungnya agar tidak terprovokasi oleh kejadian tersebut.

“Saya sering mengingatkan, semua sikap-sikap di lapangan itu tetap menjaga kesantunan, baik yang melakukan maupun nanti ada semacam tuntutan. Ini permasalahan ketidak pahaman. Saya mendengar setelah diklarifikasi bahwa yang memerintahkan itu suasana lingkungannya ingin bersih dari APK pilkada,” ujar Idris ditemui usai deklarasi perempuan pendukung Idris-Imam di Pancoran Mas, Senin (19/10).

Ia menambahkan, semestinya yang menindak harus prosedural seperti Bawaslu karena itu di fasilitas publik yakni tiang listrik yang seharusnya memang tidak boleh ada APK.

“Bawaslu harus berikan perhatian dan mengingatkan, nanti eksekusinya di Pol PP. Itu ada proseduralnya dalam menindak pelanggaran. Dari sisi pemasangan itu pelanggaran, dari sisi kenyamanan ada yang tak nyaman dan dari sisi teknis penertiban harus sesuai ketentuan juga, ini yang menjadi masalah,” paparnya.

Namun begitu, Idris telah menerima informasi bahwa relawan telah melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu dan Kepolisian.

“Memang ada masyarakat yang ingin lingkungannya bersih dari aktifitas perpolitikan. Dahulu di wilayah keluarga saya di Rawageni, dari dulu sampai tahun lalu enggak pernah ada APK, tapi tetap memilih. Karena kesepakatan RT/RW pada saat itu agar lingkungan bersih maka tak ada APK, ini kan cerdas dan itu hak mereka,” jelasnya.

Idris berharap, kasus tersebut dapat diselesaikan baik-baik dan dapat berdamai (islah).

“Menurut saya damai saja sudah, enggak usah dipermasalahkan dan diperpanjang. Kami ingin mencerdaskan bangsa, karena sesungguhnya masih banyak yang lebih penting, besok pilkada tanggal 9 Desember banyak yang belum tahu kok,” ungkapnya.

Idris juga menyinggung terkait ketentuan-ketentuan kampanye yang dinilainya sedikit membebaninya.

“Misalnya setelah acara kampanye ada anak-anak minta foto, mereka sebenarnya enggak tahu (aturan,red) tapi ketika kami tolak mereka pasti sedih. Akhirnya saya ambil jalan tengah untuk berfoto dengan mereka dengan melepas symbol dan fotonya disimpan untuk keluarga,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here