Berobat Gratis Pakai KTP, Diklaim Bisa Diterapkan di Depok

64
Farabi Arafiq

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Program berobat gratis dengan hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diwacanakan oleh pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia dinilai tidak melawan aturan negara.

Ketua DPD Partai Golkar Depok, Farabi A Rafiq mengatakan, kesehatan nomor satu, pilkada juga nomor satu. Itu harus berjalan sinergis. Sebagai seorang dokter, Farabi mengakui, banyak keluhan yang kerap ia dengar dari warga terkait biaya pengobatan. Terlebih bagi mereka yang memang berlatar belakang dari ekonomi kurang mampu.

Namun sayangnya persoalan ini terkesan luput dari pantauan mereka yang nyinyir akan program tersebut.

“Kami tahu rakyat Depok ini sering mengeluh, orang berobat enggak punya duit. Ini kenyataan, jangan ngomong ini itu deh, jangan bilang omong kosong deh,” ujarnya, kemarin.

Farabi bahkan mengakui, dirinya, Afifah dan bahkan sejumlah politisi Golkar yang lain kerap merasakan kepedihan warga sehingga harus berbuat lebih.

“Lihat rakyat bagaimana, rakyat itu teriak mau berobat pas enggak punya duit, harus utang sana sini. Bu Afifah sering dimintai tolong, Bu Wenny dari DPR RI fraksi Golkar juga, rumah sakit saya apalagi,” paparnya.

Tak hanya itu saja, Golkar melalui Komisi D di DPRD Depok, kata Farabi, bahkan kerap kali bersitegang dengan pihak rumah sakit untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Komisi D sering mencak-mencak di rumah sakit lain karena rakyat enggak punya uang ingin berobat. Ini enggak boleh terjadi. Karena kita komitmen kesehatan nomor satu,”katanya.

Menurutnya, program yang digulirkan Pradi-Afifah sangat bisa diterapkan dan bukan omong kosong. Caranya adalah bersinergi dengan BPJS.

“Jangan dipleset-plesetin lah, bilang ini melawan BPJS. Mana ada melawan negara, enggak ada yang bisa melawan konstitusi. Konstitusinya jelas, BPJS kita bersinergi.”katanya.

Sebagai contoh, lanjut Farabi, adalah Bekasi.

“Lah wong sudah ada contohnya kok Bekasi. Ketua Golkar bekasi itu wali kotanya Bekasi,” jelasnya.

Putra pedangdut legendaris A Rafiq ini juga mengatakan, memang saat baru pertama program itu digulirkan di Bekasi sempat ada tumpang tindih aturan namun akhirnya bisa berjalan setelah direvisi.

“Masa Kota Depok enggak bisa. Nah kita merasa karena Bu Afifah berbarengan dengan kita, maka kita mau program ini berjalan dengan baik, supaya rakyat enggak stres lagi soal duit,”katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here