Antisipasi Demo, Tiga Titik Lokasi di Depok Diskat Polisi

551
Aparat kepolisian saat mengatur skema penyekatan wilayah untuk antisipasi demonstran

Margonda | jurnaldepok.id
Sebagai langkah mengantisipasi massa aksi demo ke Jakarta pada, Selasa (20/10) aparat Kepolisian Polres Metro Depok kembali melakukan penyekatan jalan di tiga titik lokasi.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Andi M Indra Waspada, mengatakan, ada tiga titik penyekatan di Kota Depok yang dilakukan pihaknya hari ini.

“Kami melakukan penyekatan di tiga titik. Di Jalan Layang UI, kemudian arah masuk Tol Cijago, dan di pertigaan Jalan Raya Bogor. Itu tiga akses yang kami lakukan penyekatan disana untuk mengantisipasi jika ada pergerakan masa dari Depok menuju Jakarta,” ujarnya, kemarin.

Kendati demikian, Andi mengungkapkan belum ada pergerakan massa yang ditemui pihaknya sejak pagi kemarin.

“Jadi relatif kondusif. Arus lalin masih lancar terkendali,” jelasnya.

Andi menegaskan, penyekatan yang dilakukan pihaknya bersifat imbauan, semata-mata untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Kami sifatnya hanya untuk memberikan imbauan pada teman-teman yang melaksanakan kegiatan di Jakarta. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,”katanya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Wido Pratikno mengatakan buruh akan kembali menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Jakarta.

“Kami tidak akan mengikuti aksi lantaran kepikiran Covid-19. Buruh Kota Depok tidak akan mengikuti aksi demonstrasi buruh yang kembali di gelar di Jakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, buruh di Kota Depok masih berdiam diri sambil menunggu keputusan terkait Omnibus Law.

“Kami lagi stay aja, enggak ada kegiatan dulu lah, istriahat, kami kepikiran Covid juga,”katanya.

Wido mengungkapkan, perwakilan buruh sebelumnya telah bertemu dengan Pemerintah Kota Depok yang diwakili Pejabat Sementara Wali Kota Depok dan Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi.

Pada pertemuan tersebut, pihaknya mendiskusikan penolakan Omnibus Law dan memberikan suarat penolakan tersebut.

Wido menuturkan, buruh di Kota Depok akan menunggu perangkat atas terkait penolakan yang dilakukan buruh. Ia memastikan tidak ada aksi mogok kerja ditempat perusahaan buruh bekerja.

“Enggak ada (mogok kerja), nanti kalau memang ada instruksi lain, ya dikabari,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here