Lebih Senang Tatap Muka, Kampanye Daring Tidak Disentuh

128
Data sebaran aktivitas kampanye di Pilkada Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Dua pasangan calon peserta di Pilkada Depok masih minim melakukan kampanye daring, namun mereka masih melakukan tatap muka.

Koordinator Divisi Hukum, Data Informasi dan Humas Bawaslu Kota Depok, Andriansyah mengatakan, pihaknya mencatat pada 10 hari pertama masa kampanye sejak 26 September-4 Oktober, kampanye online hanya mendapat porsi satu persen dari berbagai metode kampanye dua pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.

“Sedangkan pada pekan kedua sejak 6-15 Oktober lalu, kampanye online justru sama sekali tak disentuh oleh para paslon maupun tim pemenangan. Adapun tujuan dari kampanye daring adalah untuk mencegah terjadinya kerumunan yang dikhawatirkan berpotensi menyebabkan penularan Covid 19. Nihil untuk kampanye pertemuan dalam jaringan (daring),” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, dari 217 kegiatan kampanye, metode pertemuan tatap muka dan dialog masih mendominasi dengan persentase sebesar 84 persen. Kemudian, sebanyak sembilan persen kegiatan kampanye Pilkada Depok dalam 10 hari terakhir merupakan pertemuan terbatas.

“Lalu, tujuh persen sisanya adalah penyebaran bahan kampanye dari pintu ke pintu, mulai dari kalender, goodybag, hingga bros dan korek api,” paparnya.

Andriansyah menyebut, selain nihil kampanye online selama 10 hari terakhir, para paslon di Pilkada Depok juga masih kedapatan melanggar standar protokol kesehatan Covid 19 dalam kampanyenya.

Namun, ia tidak membeberkan soal paslon mana yang melakukan pelanggaran ini beserta jumlah pelanggarannya.

“Kami Bawaslu Kota Depok mendapati 15 pelanggaran terhadap kepatuhan standar protokol kesehatan Covid 19. Peserta lebih dari 50 orang, peserta tidak menjaga jarak dan kegiatan pada malam hari,” katanya.

Lebih lanjut Andriansyah mengungkapkan, dalam salah satu kegiatan yang melanggar protokol kesehatan didapati pula anak kecil yang disertakan dalam kegiatan kampanye.

“Dari 217 kegiatan kampanye selama kurun waktu 10 hari terakhir ini kami mendapati 15 pelanggaran terhadap kepatuhan standar protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Depok 2020 diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) wali dan wakil wali kota. Mereka adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dengan nomor urut 1, dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) sebagai paslon nomor urut 2.

Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Depok 2020 sebanyak 1.229.362 orang, dengan rincian laki-laki 605.924 orang dan perempuan 623.438 orang. Pencoblosan bakal berlangsung pada 9 Desember 2020. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here