Pemain Lenong di Duren Mekar, Mantap Dukung Idris jadi Wali Kota

145
Suwandi

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pelaku kesenian Lenong Betawi di wilayah Duren Mekar yakni Suwandi menyatakan dukungannya kepada pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di pilkada Depok, 9 Desember mendatang.

“Kami menilai dan melihat Pak Kiai Idris ini peduli terhadap kesenian di Depok, selain itu ia juga ternyata seniman juga. Kami berharap agar kesenian yang berada di wilayah kami khususnya di Parung Tengah, Duren Mekar semakin maju,” ujar Wandi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Wandi yang juga merupakan Ketua Kesenian Lenong Putra Duren Mekar mengatakan, selain Lenong Betawi, dirinya juga ingin mengembangkan kesenian bela diri seperti pencak silat.

“Seni dan budaya harus tetap dipertahankan, dan kami melihat Pak Idris mencintai itu. Perhatian beliau terhadap kesenian dan budaya juga ada,” paparnya.

Tak hanya melihat peduli akan seni, Wandi juga memberikan dukungan kepada Idris dilatarbelakangi dengan ketokohannya.

“Beliau seorang kiai, tokoh dan ustad bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Mohammad Idris mewujudkan keinginan warga di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, dengan membangun Kampung Budaya Betawi Depok di wilayah tersebut.

“Budaya lokal harus dipertahankan dan ditonjolkan, makanya dalam sebuah proses asimilisasi atau percampuran budaya bakal ada sebuah persaingan. Dari itu, peran KOOD harus meningkatkan persaingan ini sehingga ketika terjadi asimilasi tidak dominan namun Budaya Betawi tetap ada,” ujar Idris, Jumat (21/8).

Pernyataan itu dikatakan Idris saat melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Kampung Budaya Betawi Depok di kawasan Jalan Perumahan Sawangan Elok RT 02/10 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari.

Ia menambahkan, Depok juga dikenal sebagai Betawi Ora. Ketika Depok ingin dijadikan kota yang berbudaya, kata dia, banyak tarian budaya.

“Sekali lagi, dalam proses asimilasi budaya jangan sampai yang namanya budaya lokal keasliannya hilang. Makanya harus dikenalkan, mungkin masayarakat yang saat ini usianya sudah 50 tahun ke atas masih kenal sama budaya Betawi, tapi anak-anak kita yang masih kecil-kecil harus dikenalkan dengan budaya Betawi dan budaya Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here