Tenaga Kesehatan jadi Prioritas untuk Divaksin

15
Aktivitas rapid test yang dilakukan tenaga kesehatan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pemberian vaksin diberikan untuk skala prioritas, maka yang didahulukan adalah pelayan kesehatan, petugas puskesmas dan petugas labkesda.

“Kami akan peruntukkan vaksin itu kepada pelayan publik yang sangat rentan terpapar Covid 19,” ucap Pjs Walikota Depok, Dedi Supandi kepada wartawan.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Depok akan melakukan klasterisasi terhadap warga terpapar Covid 19. Klasterisasi dilakukan sebagai tahapan pemberian vaksin pada warga.

Diketahui bahwa pada November nanti vaksin akan datang dan Kota Depok menjadi lokasi pertama yang diberikan.

“Sekitar di bulan November akan turun vaksin hasil dengan Kemenko Maritim kemarin, dan yang akan didahulukan untuk di Jawa Barat adalah Kota Depok,” paparnya.

Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap klaster-klaster warga yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Dari klaster tersebut akan diketahui siapa saja yang akan didahulukan untuk diberi vaksin.

“Nanti kami akan lakukan klaster-klaster oleh Kepala Dinas Kesehatan dari klaster itu mana kategori yang didahulukan untuk konsumsi vaksin,” katanya.

Namun Dedi mengaku belum tahu detil berapa jumlah vaksin yang akan diterima. Namun jika sesuai dengan usulan maka lebih dari 1.000 vaksin yang akan diterima nantinya.

“Jumlahnya saya belum tahu persis. Tapi dari kondisi yang kami usulkan dari status terkonfirmasi aktif yang tinggal 1.139 lagi, ada juga yang sudah sembuh,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi menuturkan, bahwa Kota Depok mendapatkan pinjaman alat PCR dari BNPP.

“Kami dapat pinjam pakai alat PCR ada tambahan dari BNPB sebanyak dua unit. Alat tersebut sudah ditaruh di Labkesda dengan kemampuan hingga 500 sampel per hari,” ungkapnya.

Hal itu untuk mengejar target satu persen dari total penduduk Depok sebanyak 2,4 juta.

“Itu akan kami taruh di Labkesda satu unit. Kemampuan per hari bisa sekitar 500. Sehingga kalau dihitung target penduduk (Depok) 2,4 juta, target berarti 2.400 dalam per minggu. Kalau dihitung per hari kan 300. Saat ada alat bisa 500 maka kemampuan tes di Depok sudah cukup,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here