Bawaslu Temukan Delapan Pelanggaran Kampanye Terkait Covid 19

16
Bawaslu Kota Depok saat menggelar rapat kerja pengawasan

Beji | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mendapati delapan pelanggaran kepatuhan terhadap standar protokol kesehatan Covid-19 di masa kampanye.

“Dengan rincian pelanggaran peserta lebih dari 50 orang, peserta tidak menjaga jarak dan kegiatan pada malam hari. Dalam salah satu kegiatan yang melanggar protokol kesehatan didapati pula anak kecil yang disertakan dalam kegiatan kampanye,” ujar Luli Barlini, Ketua Bawaslu Kota Depok, kemarin.

Hal itu ditemukan dalam tahapan kampanye pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok yang telah berjalan lebih dari sepekan. Terhitung sejak tanggal 26 September 2020, Bawaslu Kota Depok beserta jajaran Panwas Kecamatan dan Kelurahan melakukan pengawasan terhadap seluruh giat kampanye pasangan calon.

“Jajaran pengawas pemilihan melakukan pengawasan langsung, analisis dokumen dan investigasi dengan terlebih dahulu melakukan segala bentuk pencegahan dan sosialisasi terhadap hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan tahapan kampanye kepada pasangan calon,” paparnya.

Ia menjelaskan, fokus pengawasan tahapan kampanye adalah memastikan kepatuhan peserta pemilihan tidak melakukan hal yang dilarang dalam pelaksanaan kampanye sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan giat kampanye berjalan dengan mematuhi standar protokol COVID-19. Pemetaan kerawanan pada tahapan kampanye merupakan bagian tak terpisahkan dalam perencanaan pengawasan kampanye.

“Berdarkan hasil pengawasan kampanye periode 26 September sampai 4 Oktober 2020, terdapat 194 kegiatan kampanye yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Depok. Secara kuantitatif Kecamatan Pancoran Mas menjadi kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan kampanye pada pekan pertama tahapan dengan 46 kegiatan.

“Sedangkan Kecamatan Cinere dan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit terselenggaranya kegiatan kampanye hanya lima dan enam kegiatan,” jelasnya.

Dari 194 kegiatan kampanye, sambungnya, metode pertemuan tatap muka dan dialog mendominasi sebesar 82 persen metode kampanye dalam kategori pertemuan yang digunakan oleh peserta pemilihan. 17 persen pertemuan terbatas dan hanya 1 persen kegiatan kampanya pertemuan dalam jaringan (Daring).

Sementara itu, kata Luli, dalam penyebaran bahan kampanye seperti masker, stiker dan leaflet merupakan bahan kampanye paling populer yang dibagikan oleh peserta pemilihan melalui tim kampanye, relawan maupun pihak lain yang melakukan kampanye untuk mendukung pasangan calon. Selain bahan kampanye tersebut ada pula faceshield, alat mamin, pakaian dan alat tulis.

“Dalam proses pengawasan, terdapat 28 kegiatan kampanye tanpa surat pemberitahuan yang ditembuskan ke Bawaslu Kota Depok. Sedangkan 166 kegiatan diantaranya telah diterima dalam kotak surat masuk Bawaslu Kota Depok baik yang berbentuk elektronik maunpun fisik,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here