Omnibus Law Disahkan, 10 Ribu Buruh di Depok Ancam Mogok Kerja

723
Wido Pratikno

Margonda | jurnaldepok.id
Ribuan pekerja atau buruh se Kota Depok akan menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno kepada wartawan mengatakan, para buruh melakukan aksi mogok kerja sebagai aksi sikap menolak Rancangan Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibuslaw yang sudah disahkan oleh DPR RI.

“Kita lagi konsolidasi terus minimal hari ini dan tiga hari ke depan tidak kerja. Sejumlah buruh akan melakukan unjuk rasa secara damai di depan-depan pabrik,” ujarnya, Selasa (6/10).

Tuntutannya sama, yakni menolak disahkannya RUU Cipta Kerja. Ia menyebut, kebijakan itu merugikan kaum pekerja.

“Karena pesangon degradasi, cuti haid dihilangkan, terus kontrak kerja seumur hidup, outsourcing juga seumur hidup dan lain-lain. Maka dari itu kita menolak tentang disahkannya RUU itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan menunggu arahan pimpinan pusat terkait aksi lanjutan.

“Untuk sementara kita aksi di wilayah pabrik-pabrik yang ada. Pabrik-pabrik yang ada serikat pekerjanya,” paparnya.

Adapun aksi tersebut diantaranya diikuti oleh massa buruh dari PT Panasonic, PT Sakti, PT Meiwa, PT Tokai, dan PT Arista yang tersebar di sejumlah titik dengan perkiraan massa 10 ribu orang.

“Kita enggak satu titik, tapi di perusahaan masing-masing. Ya namanya organisasi harus patuh dan taat pada organisasi saat ada seruan itu (aksi unjuk rasa), harusnya wajib dilaksanakan,” terangnya

Wido mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan sweeping terhadap para buruh untuk menggelar aksi serupa.

“Kalau sweeping kita enggak lakukan, tapi ajakan itu kita lakukan keliling,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena saat ini sedang pandemi Covid-19, maka aksi unjuk rasa pun dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Paling yang di depan perusahaan hanya sebagian saja, kita harus patuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Wido menambahkan, pihaknya juga akan meminta bantuan pada Pemerintah Kota Depok untuk ikut menyampaikan keluhan-keluhan kaum buruh. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here