Awas! Ideologi PKI Bangkit Lagi, Anak Bangsa Diminta Tetap Waspada

372
KH Encep Hidayat

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH Encep Hidayat kembali mengingatkan kepada Warga Negara Indonesia khususnya warga Kota Depok untuk tetap waspada terhadap bangkitnya bahaya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pernyataan itu diungkapkan Encep untuk menyikapi persitiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang terjadi 55 tahun silam di negeri ini.

“Kami rasa semua anak bangsa betul-betul harus waspada terhadap kemungkinan adanya kebangkitan PKI. Mungkin yang dimaksud Partai Komunis Indonesia, menurut kami sangat kecil kemungkinannya jika munculnya gerakan komunis di Indonesia saat ini dalam bentuk partai,” ujar Encep kepada Jurnal Depok, Selasa (29/9).

Namun, sambungnya, komunis sebagai sebuah ideologi sangat mungkin bisa bangkit kembali di Indonesia walaupun tidak dalam bentuk partai yang berdiri sendiri, namun tidak menutup kemungkinan masuk ke partai-partai.

“Jika ditanya apakah mungkin bangkit kembali ideologi komunisnya, kami rasa itu sangat mungkin dan perlu diwaspadai oleh bangsa Indonesia terutama umat Islam,” paparnya.

Tetapi, lanjutnya, jika ideologi komunis itu muncul dalam sebuah partai yang platform nya adalah komunis, hal itu tidak mungkin.

“Karena perundang-undangan di Negara kita tidak membuka peluang untuk itu, ideologi nya iya bisa,” terangnya.

Encep yang juga menjabat Ketua Baznas Kota Depok memandang, umat Islam khususnya harus waspada dengan bangkitnya ideology komunis.

“Tetapi kami rasa harus menempatkan kewaspadaan itu secara proporsional dan tidak berlebihan. Karena kalau berlebihan akan menimbulkan persoalan baru, akan menimbulkan kegaduhan dan sebagainya,” jelasnya.

Terlebih, kata dia, saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapi masa pandemi yang belum ketahuan kapan akan berakhir. Namun begitu, ia tetap meminta masyarakat tetap waspada secara proporsional dikarenakan sangat memungkinkan ideologi komunis ini masuk ke tengah-tengah masyarakat.

Dikatakannya, prisip ideologi komunis itu adalah dengan sebutan ‘sama rata sama rasa’.

“Di dalam kondisi umat atau bangsa saat ini yang sedang ditimpa berbagai persoalan termasuk wabah dan sebagainya, ini menyeret atau mendorong lahirnya ketidakseimbangan dalam persoalan kehidupan yang lain termasuk dibidang ekonomi,” ungkapnya.

Dari itu, ia meminta pemerintah bisa membaca persoalan tersebut jangan sampai nanti gara-gara persoalan ekonomi ‘isi perut’ orang akan melakukan apapun jika imannya tidak kuat.

“Sehingga kondisi ini khawatir akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang berhaluan atau beridelogi komunisme,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here