In Sya Allah, Idris-Imam Terpilih Insentif Ketua RT Rp 1 Juta per Bulan

144
Idris-Imam

Sukmajaya | jurnaldepok.id

Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengupayakan menaikkan insentif para Ketua RT, RW dan LPM tahun depan. Idris memastikan, insentif ketua RT sebesar Rp 1 juta setiap bulannya. Jumlah tersebut tentu jauh lebih besar ketimbang insentif ketua RT di tahun 2019 silam yang hanya Rp 1,9 juta per tahun.

“Kami ingin meningkatkan insentif RT, RW dan LPM. Kami sudah mengusulkan kepada DPRD dan saat ini sudah masuk dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2021 melalui Banggar dan TAPD sesuai kemampuan APBD. Nanti Pak RT dapat Rp 1 juta sebulan,” ujar Idris saat berkampanye di wilayah Sukmajaya, kemarin.

Untuk Ketua RW dan LPM, sambungnya, insentif akan menyesuaikan dan dipastikan lebih besar dari ketua RT. Pasalnya, dana insentif RT, RW, LPM, kader posyandu juga tertuang dalam program janji kampanye Idris-Imam.

“Karena dalam satu RW ini ada yang 10 RT, ada yang 20 RT, itu akan disesuaikan dengan anggaran keuangan. Kami kolaborasi dengan DPRD melihat kemampuan anggaran. Karena kemarin tercatat ketika kami mengajukan anggaran tahun 2020 dan RKPD 2021, Depok masih deficit Rp 800 miliar, karena kebutuhan warga Depok meyebabkan belanja lebih besar dari pendapatan,” paparnya.

Namun, Idris yang berpasangan dengan Imam Budi Hartono di pilkada nanti merasa bersyukur deficit tersebut dapat ditutupi dengan melakukan rasionalisasi. Saat ini deficit dikatakannya tinggal Rp 180 miliar.

“Ini menjadi kolaborasi antara TAPD dan Banggar DPRD, bagaimana mencari kekurangannya atau melakukan rasionalisasi terhadap belanja kegiatan warga Kota Depok,” jelasnya.

Di tahun lalu, lanjutnya, insentif pembimbing rohani juga telah diberikan untuk 240 pembimbing rohani dari semua agama senilai Rp 400 ribu per bulan dan dibayarkan per tiga bulan sekali.

“Itu proporsional dengan jumlah penduduk warga beragama. Kedepan kami berharap bisa ditingkatkan menjadi 1.000 atau 2.000 pembimbing rohani yang menerima insentif tersebut dari seluruh pembimbing rohani semua agama di Kota Depok,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya bertekad untuk membangun Depok secara bersama dan tidak mengenal etnis, suku maupun agama.

“Mari sama-sama kita membangun Kota Depok yang lebih baik, ini yang kita inginkan,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, di tahun 2018 silam insentif ketua RT hanya sebesar Rp 1 juta 800 ribu dan ditahun ini meningkat Rp 1 juta 920 ribu. Sementara insentif Ketua RW pada tahun lalu Rp 2 juta 280 ribu dan di tahun ini naik Rp 2 juta 400 ribu. Untuk ketua LPM juga mengalami kenaikan dari tahun lalu hanya Rp 2 juta 760 ribu menjadi Rp 2 juta 880 ribu di tahun ini.

Sebelumnya Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, insentif tersebut disalurkan ke ketua RT dengan jumlah Rp 1 juta 920 ribu untuk Ketua RW Rp 2 juta 400 ribu, untuk ketua RW dan LPM Rp 2 juta 880 ribu. Besaran itu diberikan untuk setahun dan dibagi dalam dua semester.

“Di semester kedua ini kami menganggarkan sekitar Rp 6 milyar lebih atau dalam setahun Rp 12 milyar. Nominal itu diperuntukkan bagi 5.282 RT, 924 RW, dan 63 LPM se Kota Depok. Adapun mekanisme pencairannya diserahkan dalam bentuk non tunai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here