Pengedar Narkoba Diringkus Saat melakukan Transaksi

17
Inilah pelaku pengedar narkoba yang berhasil diringkus pada saat transaksi

Beji | jurnaldepok.id
AT, warga Jagakarsa, Jakarfa Selatan, diamankan aparat Kepolisian Polsek Sukmajaya saat mengedarkan ganja jenis sabu di Jalan Kalimantan, Kecamatan Beji.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim Joao Sadjab mengatakan penangakan pelaku berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi narkoba.

“Adanya informasi itu anggota kami ke lokasi dan berhasil menangkap AT, pada waktu penangkapan seorang rekan AT berhasil kabur. Pelaku AT ini mencoba membuang barang bukti sabu ke selokan, namun anggota berhasil melihat dan segera dipungut sebagai barang bukti,” ujarnya, kemarin.

Dari hasil penangkapan itu, petugas menyita satu paket sabu berat bruto 0,07 gram. Dia menambahkan, seorang rekan pelaku yang berhasil kabur masih dalam pengejaran anggota di lapangan.

“Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Sutiyasno bersama anggota masih menyelidiki keberadaan teman pelaku yang berhasil kabur. Dugaan sementara pelaku pengedar sabu di daerah Beji,”katanya.

Dia menuturkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku dikenakan pasal penyalahgunaan narkotika, Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009.

“Pelaku bersama barang bukti sabu seberat 0,07 gram sudah diamankan dan sita petugas,” paparnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Indra Tarigan menambahkan angka kejahatan penyalahgunaan peredaran narkoba di wilayah hukum Polrestro Depok, selama masa pandemi cenderung meningkat. Hal ini disebabkan lantaran bertambahnya pengangguran.

Menurutnya, dalam setiap kasus terdapat dua hingga tiga tersangka yang berhasil diamankan.

“Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya jauh sebelum ada pandemik virus Corona, satu kasus yang berhasil kita ungkap pelaku satu. Namun tahun ini satu kasus bisa dua pelaku yang ditangkap dan rata-rata pengedar sama,” jelasnya.

Dia mengaku karena ada pemufakatan jahat untuk menjual dan mengedarkan, yaitu ada unsur ikut-ikutan mengedarkan karena sulit mendapat pekerjaan, menjadi salah satu faktor utama penyebab tren kasus narkoba meningkat.

“Data tahun sebelummya ada 33 kasus yang masuk berhasil diungkap. Tahun ini jumlah kasusnya bertambah, namun setiap kasus ada dua atau tiga pelaku yang ditangkap,” ungkapnya.

Untuk pencegahannya, lanjut Indra, secara internal maupun bekerjasama dengan instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok yaitu melakukan imbauan dan sosialisasi dengan sasaran usia muda. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here