NADI Center Gandeng Imam, Wujudkan Perempuan Depok Mandiri

93
Calon wakil wali kota Depok, Imam Budi Hartono bersama Ketua Nadi Center, Novi Anggraini foto bersama dengan peserta pelatihan make up

Sawangan | jurnaldepok.id
NADI Center menggelar pelatihan make up secara gratis untuk 80 peserta perempuan dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Depok. Pelatihan dilaksanakan di Out of The Box Cafe, Minggu (27/9).

Pelatihan yang menjadi agenda rutin NADI Center ini, bertujuan memberikan keahlian bagi para perempuan dibidang kecantikan.

Ketua NADI Center, Novi Anggriani Munadi mengatakan, dari 80 peserta dibagi menjadi dua sesi dikarenakan pandemi covid-19 dan peserta wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Peserta wajib pakai masker, face shield, selalu cuci tangan dengan air bersih atau hand sanitizer. Begitu pula dengan alat riasnya, harus dibersihkan,” ujar Novi, Senin (28/9).

Novi menjelaskan, peserta diajarkan beberapa teknik dasar dalam merias wajah. Diakhir kegiatan peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan make up, untuk dijadikan acuan dalam mencari pekerjaan.

Tujuan kegiatan ini, lanjut Novi, adalah menciptakan perempuan mandiri, agar memiliki keahlian untuk membantu perekonomian keluarga. Bahkan, Tim NADI Center siap datang ke lokasi untuk memberikan pelatihan, dengan minimal 20 peserta, untuk mempermudah akses agar tidak ada banyak biaya.

“Bila dilihat, di Kota Depok banyak kasus perceraian dimana perempuan terpaksa harus mencari nafkah sendiri. Dengan mempunyai keahlian di satu bidang, diharapkan itu bisa menjadi modal bagi mereka,” ungkapnya.

Dalam pelatihan, Novi juga mengenalkan calon wakil wali kota Depok, Imam Budi Hartono, yang akan mengikuti konstelasi Pilkada Depok Desember 2020 nanti.

Pasalnya, program Imam yang berpasangan dengan Mohammad Idris ini, sesuai dengan visi NADI Center, yakni menciptakan 1.000 pengusaha perempuan di Kota Depok.

Hal ini sesuai dengan harapan NADI Center, dimana banyak pertanyaan dari peserta yang ingin mememulai usaha, namun terpentok modal.

“Kehadiran Pak Imam bukan hanya sosialisasi untuk Pilkada, tapi mengenalkan programnya soal perempuan. Ini yang saya nantikan, yakni pemberdayaan perempuan. Untuk yang punya modal bisa langsung membuka usaha, tapi bagi yang tidak punya modal bagaiamana, dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemimpin di Depok,” jelas Novi yang sudah memberikan pelatihan make up selama tiga tahun ini.

Novi menambahkan, setidaknya ada harapan bagi perempuan di Kota Depok. Jika pasangan Mohammad Idris-Imam Budi menang.

“Ada prospek bagus untuk kesejahteraan mereka. Saya berharap mereka komit akan janji, dan memberdayakan keahlian yang dimiliki perempuan Depok, untuk mandiri dan mensejahterakan keluarga,” tutup Novi. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here