HeadlineKriminal

Berbuat Cabul, Petugas Rumah Ibadah Terancam 15 Tahun Penjara

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pelaku asusila yang dilakukan SPM (42) petugas rumah ibadah terhadap anak didiknya di Kecamatan Pancoran Mas terancam hukuman maksimal 15 tahun dan minimal lima tahun penjara. Tersangka, berinisial SPM (42), tak lama lagi bakal menjalani proses sidang.

Juru Bicara Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menuturkan, pihaknya telah menunjuk tiga orang jaksa untuk sidang nanti.

“Hari ini Kejaksaan Negeri Depok telah melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa SPM alias AI (42 tahun) ke Pengadilan Negeri Depok dengan acara pemeriksaan biasa,” ujarnya, kemarin.

Herlangga menjelaskan, berita pelimpahan tersebut berdasarkan surat pelimpahan perkara acara pemeriksaan biasa dengan nomor 442/m.2.20/Eku.2/09/2020 yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Depok.

Surat itu ditandatangani atas nama kepala Kejaksaan Negeri Depok dan kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Arief Sapriyanto

“Atas nama kepala Kejaksaan Negeri Depok, Kasipidum telah melakukan penunjukan jaksa penuntut umum sebanyak tiga orang untuk melakukan proses penuntutan terhadap terdakwa,” tuturnya.

Ketiga jaksa tersebut adalah Jaksa Muda Siswatiningsih, Jaksa Pratama Devi Ferdiani, dan Ajun Jaksa Tompeyan Jovi Pasaribu.

“Yang bersangkutan didakwa oleh penuntut umum dengan tiga pasal alternatif,” katanya.

Adapun pasal yang dituntutkan yakni pertama Pasal 82 Ayat 2 juncto Pasal 76 e Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Kedua, Pasal 82 ayat 1 juncto Pasal 76 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP dan yang ketiga adalah Pasal 292 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

“Terdakwa terancam hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” jelas Herlangga.

Saat ini, terdakwa ditahan oleh penuntut umum di Rumah Tahanan Negara (Rutan) sambil menunggu penetapan sidang untuk proses penuntutan. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button