Gubernur Khawatir Terjadi Cluster Baru Covid 19 di Pilkada Depok

313
Gubernur Jawa Barat didampingi Wali Kota Depok saat menggelar jumpa pers di RSUD Depok

Sawangan | jurnaldepok.id
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merasa khawatir terjadi cluster baru di ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020. Dari itu, ia mewanti-wanti kepala daerah yang terlibat langsung dalam pilkada serentak.

“Salah satu yang dikhawatirkan pilkada tentunya, karena di Depok ada pilkada maka kami titipkan protokol kesehatan dalam masa kampanye harus dimaksimalkan,” ujar Ridwan Kamil, kemarin.

Mengingat petahana maju dalam kontestasi pilkada tahun ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga menitipkan agar Wali Kota Depok bisa menjadi percontohan kampanye dengan protokol kesehatan.

“Kampanye nanti boleh pakai masker, masekernya dikasih nama itu boleh. Bagi-bagi hand sanitizer ke tokoh masyarakat boleh. Jadi berkampanye sambil memberantas Covid juga, kira-kira tema pilkada di 2020 ini seperti itu,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan pihaknya akan membatasi aktivitas di malam hari hingga pukul 21.00 WIB.

“Itu termasuk kegiatan kumpul-kumpul para timses. Timses siapapun yang melakukan kegiatan politik lebih dari pukul 21.00 WIB akan kami tindak,” tandasnya.

Dari itu, pihaknya telah membuat aturan agar warung-warung ditutup pukul 20.00WIB baik yang makan ditempat maupun dibawa pulang.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga meminta Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk memperketat Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di wilayah Kota Depok.

“Kami minta pengetan di zona merah, karena cluster rumah tangganya tinggi, begitu juga dengan cluster perkantoran, yang kerja di Jakarta ternyata ber KTP Depok itu prosentasenya ternyata tinggi. PSBM yang ketat beserta dampaknya untuk segera dilakukan,” ujar Ridwan Kamil saat meninjau RSUD Kota Depok, Selasa (15/9).

Selain itu, pria yang akrab disapa Kang Emil juga menginstruksikan Wali Kota Depok untuk memastikan sekenario penempatan ruangangan atau rumah sakit jika angka pasien Covid 19 meningkat.

“Misalnya sekenario A yang saat ini (RSUD,red), sekenario B ada tambahan rumah sakit dari 19 ditambah lagi dan sekenario C pinjam (rumah sakit) di Bodebek seperti Bogor, tapi lewat saya,” paparnya.

Dirinya berharap, dengan adanya koordinasi satu kesatuan semuanya dapat dipermudah.

“Kami mendukung penuh pemerintah daerah. Kami imbau kepada warga Depok untuk mengikuti arahan karena statusnya saat ini berada di level merah. Dengan kedisiplinan warga mudah-mudahan membaik menjadi level sedang, ringan dan bisa hijau,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here