Dorong Partisipasi Pemilih, DEEP Plototi Penyelanggara Pilkada Depok

35
Koordinator DEEP Depok saat mendaftarkan diri sebagai lembaga pemantau pemilu

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Democracy And Elektoral Empowerment Partnership (DEEP) Kota Depok secara resmi mendaftakan diri sebagai pemantau pilkada di wilayah Kota Depok.

“Pemantauan pikada adalah bagian penting dalam mengawal proses demokrasi agar pilkada kota Depok tahun 2020 mengahasilkan pilkada yang berintegritas dan berkualitas,” ujar Fajri Syahiddinillah, Koordinator Daerah DEEP Kota Depok, Rabu (16/9).

Ia menambahkan, DEEP merupakan organisasi yang memiliki konsentrasi isu pemilu salah satu yakni pendidikan pemilih dan pemantauan.

“Pemantauan dan pengawasan pemilu pada prinsipnya adalah seperti katalisator yakni mendukung kebijakan penyelenggara apabila itu benar, akan tetapi mengkritisi kebijakan penyelenggara apabila dipandang kurang benar, dan pemantau pada hakikatnya adalah sebagai pengontrol agar terjamin pilkada yang langsung, jujur, adil, transparan, akuntabel dan sesuai kaidah undang-undang,” paparnya.

Ia menjelaskan, melihat Pilkada Kota Depok tahun 2015 bahwa pemilih yang ikut serta dalam pemilihan sekitar 56 persen. Hal itu dinilai presentasi yang belum bisa dibilang memuaskan.

“Apalagi pikada tahun 2020 di masa pandemi Covid 19, tentu merupakan sebuah potensi kerawanan turunnya partisipasi aktif masyarakat. Maka dari itu DEEP Kota Depok sebagai pemantau yang fokus kerja-kerjanya adalah pendidikan pemilih berharap pendidikan pemilih dapat dimasifkan. Sehingga mewujudkan partsipasi aktif masyarakat disetiap tahapan pilkada,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, DEEP Kota Depok mendorong penyelengara dan setiap stakeholder untuk pro aktif dalam serta mensosialisasikan tahapan pilkada dengan menggunakan protokol kesehatan, agar tidak terjadi jatuhnya korban serta tidak terciptanya cluster baru penyebaran Covid 19 di pelaksanaan Pilkada Kota Depok tahun 2020.

Tak hanya itu, pilkada dimasa pandemic saat ini, DEEP Kota Depok mendorong penyelenggara mengoptimalkan media massa sebagai strategi efektif yang kreatif dalam mensosilisasikan tahapan pilkada dan pendidikan pemilih. Mengingat bahwa pengumpulan massa secara besar berpotensi jatuhnya korban akibat pandemi Covid 19.

“Kami juga mendorong KPU, Bawaslu dan Partai Politik untuk tetap mengawasi dan mengingatkan bahkan bertindak tegas. Untuk tidak melakukan mobilisasi masa yang besar di setiap tahapan pilkada yang berpotensi jatuhnya korban bahkan menjadikan kasus cluster Covid 19 di Pikada Kota Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here