Sekolah/Madrasah Negeri dan Alun Alun Wilayah Barat, Janji Paling Sexy Idris-Imam

164
Idris-Imam

Sawangan | jurnaldepok.id
Bakal pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono telah menggelontorkan visi misi dan 10 program janji kampanye yang akan direalisasikan pada RPJMD 2021-2026 jika mereka terpilih menjadi Wali-Wakil Wali Kota Depok di pilkada mendatang.

Dari 10 program janji kampanye dua diantaranya menjadi sorotan masyarakat banyak yakni terkait pembangunan sekolah/madrasah negeri di setiap kecamatan dan pembangunan alun alun wilayah barat.

“Ada empat janji kampanye yang memang harus dilanjutkan yakni terkait dengan UMKM, insentif RT, RW dan LPM, insentif pembimbing rohani dan insentif guru honorer. Kalau yang lainnya bersifat kebutuhan yang memang dibutuhkan masyarakat saat ini,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal itu, kata dia, bukanlah urusan wajib. Pasalnya, ada yang mempertanykan hal ketahanan pangan yang memang sesungguhnya itu menjadi urusan wajib dan nanti akan masuk dalam program RPJMD bukan janji kampanye.

“Janji kampanye itu sesutu yang tidak masuk urusan wajib tapi perlu diangkat, misalnya masalah sekolah seperti kekurangan ruang kelas dan sekolah. Makanya kami janjikan mendirikan sekolah/madrasah. Kenapa garis miring, karena kami tidak memiliki otoritas dasar dalam mendirikan madrasah dan itu otoritas dari Kementerian Agama. Namun kami upayakan pengadaan lahan untuk dijadikan sekolah madrasah,” paparnya.

Meskipun tidak ada keharusan pemerintah kota menyiapkan lahan untuk sekolah/madrasah, namun dikatakan Idris selagi pemerintah kota mampu hal itu tidak menjadi masalah.

Terkait dengan alun alun wilayah barat, Idris mengungkapkan pihaknya telah merencanakan membangun hutan kota yang telah disebut provinsi bahwa Depok tidak memiliki hutan kota, karena hutan kota ternyata untuk wilayah kabupaten yang memiliki hutan.

“Saat ini sesungguhnya lahannya sudah ada tujuh hektar di Pasir Putih, nanti kami upayakan menjadi salah satu alternatif taman sekaligus berfungsi sebagai bupper zone, tentunya dengan teknologi yang modern,” jelasnya.

Idris merasa optimistis janji kampanyenya itu akan selesai dalam lima tahun mendatang.

“Kalau periode kami sampai lima tahun kami optimistis itu akan terealisasi keseluruhan, tapi kalau hanya tiga tahun akan ada evaluasi dan enggak mungkin juga RPJMD dilakukan selama tiga tahun. Namun ada rencana juga pemilu serentak di 2027, berarti periode kami sampai 2026, itu masih bisa,” katanya.

Kendati demikian, sambungnya, jika pemilu serentak terjadi di 2024 maka perlu dilakukan revisi RPJMD yang tertuang dalam peraturan daerah.

“Bisa saja nanti ada pergeseran anggaran dan program, itu bisa dilakukan. Jika memang pemilu serentak terjadi di 2024, maka dari 10 janji kami rasa yang bisa terealisasi 70 persen. Memang yang paling bermasalah ini terkait pengadaan lahan, hal itu pernah terjadi pada saat pengadaan lahan untuk taman kelurahan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here