Baru Terpilih Dua Minggu, Ketua Karang Taruna Kota Depok Diminta Mundur

1069
Achmad Syaifullah

Limo | jurnaldepok.id
Salah satu anggota formatur penyusunan kepengurusan Karang Taruna Kota Depok, Achmad Syaifullah menilai penyelenggaraan rapat formatur yang dilaksanakan oleh Ketua Karang Taruna (Katar) Depok terpilih, Jayadi cacat hukum.

Pasalnya, kata dia, dari 9 perwakilan anggota formatur, hanya tiga perwakilan yang mengikuti rapat formatur dan dirinya merupakan salah satu anggota formatur yang tidak diundang dan diikutsertakan pada pelaksanaan rapat formatur.

“Harusnya rapat formatur penyusunan kepengurusan di ikuti oleh 9 perwakilan, sementara rapat formatur yang dilaksanakan oleh Jayadi selaku Ketua Katar terpilih hanya menghadirkan tiga anggota formatur, itu sudah melanggar Tatib dan AD/ART organisasi Karang Taruna,” ujar Syaifullah, Selasa (15/9).

Terkait hal ini, Syaiful mengatakan ketua terpilih yakni Jayadi tidak layak memimpin Katar Depok karena tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

“Kami meragukan kepemimpinan Jayadi dan saya pikir Jayadi belum mampu menjadi ketua karena untuk pelaksanaan rapat formatur saja sudah melanggar, ada baiknya mundur saja,” tegas Syaifullah.

Dia menambahkan, permintaan agar ketua terpilih Jayadi mundur bukan tanpa alasan, dan banyak hal yang menurutnya harus dicermati dan menjadi pertimbangan terutama kemampuan menjalankan tugas sebagai pimpinan Karang Taruna yang membutuhkan pengalaman dan skill yang mumpuni.

“Saudara Jayadi itu belum ada setahun ditetapkan sebagai Ketua Katar Panmas, sesuai aturan calon Ketua Katar tingkat kota minimal harus menjabat satu periode pada level kecamatan, belum lagi kalau kita bicara tantangan tugas pimpinan Katar yang begitu banyak, sementara urusan rapat formatur saja tidak beres, makanya wajar kalau kami meminta dia untuk mundur,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Ketua Sidang Temu Karya Karang Taruna (TKKT) 4 Kota Depok yang menjadi ajang pemilihan Ketua Karang Taruna tingkat Kota Depok masa bakti 2020 – 2025, Rihadi BS mengaku belum menerima hasil rapat formatur penyusunan kepengurusan yang dilaksanakan oleh Jayadi selaku Ketua Katar terpilih.

“Sesuai Tatib, 7×24 jam, dari pelaksanaan TKKT Ketua terpilih harus melaporkan hasil rapat formatur, tapi sampai sekarang saya belum menerima laporan itu. Padahal Temu Karya Karang Taruna 4 yang dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Karang Taruna berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2020,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Oting yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Diklat dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Karang Taruna Kota Depok menilai, itu artinya sudah melampaui tenggat waktu yang telah di tetapkan. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here