Pembatasan Aktivitas Warga, Pelaku Usaha Teriak Omzetnya Turun

19
Petugas gabungan saat menyisir pusat perbelanjaan

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan pelaku usaha di Depok berteriak. Pasalnya sejak diberlakukan jam pembatasan aktivitas warga (PAW) omzet mereka turun drastis hingga 70 persen. Para pelaku usaha itu baru bisa sedikit bernafas ketika pusat perbelanjaan dibuka kembali pada 16 Juli 2020. Namun kini sudah diberlakukan PAW yang dirasa sangat berat.

“Dari tenant-tenant disini berapa bulan lalu kan sudah mengalami permasalahan saat ditutup tiga bulan. Dengan tutup tiga bulan itu masalah sudah luar biasa. Sekarang ditambah lagi dengan jam operasional dibatasi,” ujar Sukianto, pemilik Optik Sanjaya di Detos, kemarin.

Menurutnya pembatasan operasional kegiatan ekonomi hanya sampai pukul 18.00 WIB membuat pelaku usaha sepertinya menjerit. Bagaimana tidak, mereka baru buka toko sekitar pukul 10.00 WIB dan terpaksa tutup pukul 18.00 WIB. Padahal, pengunjung ramai diatas pukul 18.00 WIB.

“Sekarang hanya boleh dari pukul 10.00-18.00 WIB, padahal yang kami harapkan itu di atas pukul 18.00 WIB, karena orang pulang kerja dari kantor mau sampai ke Detos pun di atas jam 18.00 WIB. Itu momen yang kami tunggu,”katanya.

Dia mengaku tidak tahu apa dasar pengambil kebijakan membuat aturan seperti itu. Yang dirasakan olehnya dan ratusan tenant lainnya, aturan tersebut merugikan pelaku usaha.

“Sekarang dibatasi lagi saya tidak tahu apakah mereka mengambil keputusan ini bagaimana. Sebaiknya dipertimbangkan, karena ini yang berpengaruh banget. Tenant-tenant yang ada di sini sekarang semuanya kesulitan. Ditambah lagi, ini tinggal tunggu waktu aja mudah-mudahan tidak bisa dirubah,” harapnya.

Mewakili lebih dari 600 suara tenant, Suki berharap ada kebijakan yang membuat pelaku usaha bisa bernafas lega.

“Misalnya memperbolehkan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB. Jam operasional dimundurkan jadi jam 12.00 nggak masalah, asal bisa tetap buka sampai jam 20.00 WIB. Dengan harapan orang-orang dari Jakarta yang pulang kerja semua dari kantor kan juga masih bisa mampir,” pintanya.

Selama sepekan diberlakukan jam PAW, omzetnya pun turun drastis hingga 70 persen. Karena pelanggan biasanya mampir ke toko setelah pulang kerja.

“Bukan turun lagi, ini sudah amblas. Ini sisa 30 persen ya cuma orang-orang sini saja, yang 70 persen kan mereka yang pulang kerja dari kantor di Jakarta,” ucapnya.

Keluhan serupa diungkapkan Eddya Jonata dari Toko Magnetic.

Dia meminta agar jam PAW dipertimbangkan lebih bijak. Karena pukul 18.00 WIB itu berbenturan dengan umat muslim beribadah.

“Kalau bisa begini juga jam 18.00 itu kan orang salat Maghrib, kami mau tutup toko dulu kadang orang masih belanja, nggak ditutup itu sudah waktu salat Maghrib jadi agak terbatas di situ,” katanya.

Dia sepakat bahwa banyak pelanggan yang datang setelah pulang kerja. Dia menuturkan, siang hari tidak terlalu banyak orang datang dan berbelanja.

“Ramainya memang sore menjelang malam sampai Isya, itu bisa dibilang orang-orang baru belanja kalau pagi tidak terlalu. Jadi maunya bisa tetap sampai jam 20.00 WIB,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here