Siswa SMA 16 Merasa Tertipu Proses Penerimaan Peserta Didik Baru

53
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Belasan siswa yang masuk ke SMA 16 Kota Depok diduga merasa tertipu saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020.

Pemerhati Pendidikan Kota Depok, Indria mengatakan, dirinya mendapatkan keluhan dari orang tua siswa SMA 16.

Saat itu, kata dia, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat membuka sekolah baru SMA 16 penambahan baru melalui offline karena membludaknya siswa yang ingin masuk ke SMA negeri.

“Maka dibukalah Kegiatan Belajar Mengajar SMA 16, awalnya dilaksanakan di SMA 5 Kota Depok yang berlokasi di Sawangan. Adanya informasi itu para orang tua siswa dan siswa mendaftarkan ke SMA 16 sesuai aturan yang berlaku salah satunya melalui PPDB offline,” ujarnya, kemarin.

Awalnya, sambungnya, hal itu berjalan lancar mulai dari pendaftaran hingga hasil pengumuman yang dilakukan pihak panitia PPDB dimana formulir bertuliskan SMA 16. Namun maju kedepan, pihak Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat secara mendadak menghapus adanya SMA 16 dan digantikan dengan SMA 5 Depok Terbuka.

“Mendengar adanya perpindahan SMA 16 ke SMA 5 Depok Terbuka, siswa dan orang tua siswa kaget dan mereka curhat kepada kami perihal kejadian tersebut. Menurut orang tua ada sekitar belasan siswa yang sudah dinyatakan lulus masuk SMA 16,” jelasnya.

Akan tetapi aktivitas SMA 16 malah berubah ke SMA 5 Depok Terbuka dan orang tua serta siswa meras kaget karena tidak sesuai dengan awalnya.

“Orang tua mengadu kepada kami atas kejadian itu, kami rasa disini ada dugaan pembohongan publik,”katanya.

Dia mengatakan proses pembelajaraan SMA dengan SMA Terbuka dinilai berbeda.

“SMA Terbuka merupakan alternatif layanan pendididikan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah regular karena alasan tertentu, namun ingin memiliki ijazah pendidikan formal,” ungkapnya.

Karena itu Kemendikbud memfasilitasi anak-anak dengan kondisi tersebut melalui Sekolah Terbuka, di mana siswanya terdaftar di Induk, namun kegiatan belajar mengajarnya berlangsung di tempat kegiatan belajar (TKB), sama dengan Program Paket A, B, atau C.

“Kegiatannya sangat rutin dan terjadwal, tapi tidak seketat pendidikan formal. Terbuka merupakan lembaga pendidikan formalyang tidak berdiri sendiri tetapi merupakan bagian Induk yang dalam menyelenggarakan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Aang saat dikonfirmasi wartawan tidak memberikan jawaban. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here