Lembaga Penggerak Pendidikan Ciptakan Kampung Internet di Cipayung

54
LPP saat memberikan bantuan pemasangan internet di wilayah Cipayung

Laporan: Aji Hendro
Lembaga Penggerak Pendidikan (LPP) menciptakan Kampung Internet dengan memberikan bantuan pemasangan jaringan Wifi di RT 05/06 Kampung Benda, Kelurahan Cipayung.

Ketua LPP, Sulistiani kepada wartawan mengatakan, LPP yang bergerak dibidang pendidikan memberikan kepeduliaan kepada masyarakat salah satunya pemasangan jaringan internet ke lingkungan warga.

“Kami berikan sarana jaringan internet dipasang di poskamling yang bisa digunakan untuk siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemic Covid 19,” ujarnya, kemarin.

Sarana jaringan modem tersebut juga dilengkapi dengan kouta sehingga warga bisa menggunakannya dengan cepat dalam mengaksesnya.

Dia mengatakan, internet sangat dibutuhkan para pelajar untuk mengikuti aktivitas belajar online yang diterapkan pemerintah selama pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Fasilitas itu dapat digunakan siswa di desa tersebut untuk belajar online yang nantinya akan dibimbing oleh pengurus RT atau pemuda Karang Taruna.

“Untuk sementara kami pasang di Poskamling di RT 06, jika tidak ada halangan setiap RT akan kami pasang fasilitas internet,”katanya.

Fasilitas jaringan internet tersebut bisa digunakan oleh sekitar puluhan siswa dalam kegiatan PJJ dan teknis pemakaian didesain oleh pengurus RT setempat.

Di lokasi sama inistiator pemasang jaringan internet, Rasikin mengaku kerap menerima keluhan warga terkait banyaknya orangtua dan anak didik yang mengeluh karena kesulitan mengakses internet untuk sekolah daring.

Menurut dia, sistem pembelajaran secara daring telah menyebabkan beban bagi orangtua siswa meningkat untuk membeli paket data.

“Akhirnya kami bersama LPP memutuskan untuk menyediakan akses internet gratis di Kampung Benda ini,” tandasnya.

Dia menuturkan, program tersebut merupakan solusi atas keluhan orangtua murid dan para pelajar, karena bantuan internet gratis dari pemerintah tak kunjung ada.

“Padahal tak semua orangtua dan pelajar mampu membeli paket data untuk sekolah daring. Kami melihat banyak keluhan dari masyarakat tentang paket internet maupun wifi, mereka itu menjadi beban khususnya bagi warga kurang mampu, beban sehari-hari mereka harus bertambah uang dapur, uang harian mereka, uang belanja, ada yang Rp 20 ribu, ada yang Rp 30 ribu per hari dan Rp 150 ribu per bulan,” ucapnya.

Ketua RT 05/06, Suryadi merasa senang dimana lingkungannya dipasang jaringan internet oleh LPP yang nantinya akan digunakan siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh.

“Kami senang, warga kami di rumah enggak ada (akses) internet, dan akhirnya ada LPP yang memberikan fasilitas internet,”katanya.

Dirinya menyambut baik terkait dengan bantuan akses internet untuk anak-anak di lingkungannya.

”Warga kami ya merasa bersyukur telah memberikan bantuan berupa pemasangan wifi untuk anak-anak di pembelajaran jarak jauh saat ini,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here