Idris-Imam Lebih Unggul, Berpengalaman di Parlemen dan Pemerintahan

581
Idris-Imam

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Bakal pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono tak gentar menghadapi koalisi gemuk pengusung Pradi-Afifah di pilkada Depok, 9 Desember mendatang.

Bahkan, pasangan Idris-Imam digadang-gadang lebih unggul dalam birokrasi pemerintahan. Dimana Imam telah berkiprah 20 tahun di DPRD dan Idris pernah menjabat wakil wali kota hingga wali kota saat ini, menjadi nilai plus untuk membangun Depok lebih baik kedepan.

“Demokrasi di Indonesia sudah cukup dewasa 75 tahun, masyarakat akan lebih dewasa lagi menilai, bahwa mereka dalam memilih pemimpin bukan lantaran banyaknya dukungan partai politik, tetapi bagimana kerja-kerja pemimpin selama ini terhadap pembangunan di daerahnya,” ujar Mohammad Idris kepada puluhan wartawan yang meliput pendaftaran di Kantor KPU Depok, Minggu (6/9).

Hal senada dikatakan oleh pendamping Idris, Imam Budi Hartono. Dikatakan Imam, peluang untuk menang bagi Idris-Imam lebih besar.

“Kami optimis menang, karena dari hasil survei yang telah tiga kali kami lakukan bahwa masyarakat akan memilih pemimpinnya bukan dari banyaknya partai pengusung, namun berasal dari mereka yang berpengalaman dan telah berbuat di Kota Depok,” tandasnya.

Dibandingkan dengan pasangan lain, sambungnya, Imam merasa bahwa pasangan Idris-Imam lebih unggul.

“Secara pengalaman saya lebih dari 20 tahun membangun Kota Depok sejak menjadi Anggota DPRD sejak 1999. Begitu juga dengan Pak Kiai Mohammad Idris sudah dua periode menjadi wakil dan diteruskan menjadi wali kota di Depok saat ini, jelas sudah banyak yang diperbuat beliau untuk Kota Depok,” ungkapnya.

Dari satu argumentasi saja, kata dia, terkit dengan pengalaman dan yang telah diperbuat di Kota Depok, dirinya merasa lebih unggul dari pasangan calon lain.

“Kami optimistis masyarakat akan memilih calonnya yang berpengalaman dan telah berbuat baik dan berbuat banyak dalam membangun Kota Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here