Ditinggal PAN, Idris-IBH Ungkap Tetap Bersahabat dan Bukan Sebagai Musuh

276
Idris-IBH duduk bersanding saat acara deklarasi

Margonda | jurnaldepok.id
Bakal pasangan calon wali-wakil wali kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menanggapi sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang di injurytime berbelok arah dukungan mengusung Pradi Supriatna-Afifah Alia.

Idris mengaku bahwa hal itu merupakan suatu yang biasa di dunia perpolitikan.

“Koalisi itu kan kebersamaan, ada komitmen untuk dibangun dari awal. Saya mencontohkan dalam sebuah perjalanan ke Surabaya pasti sampai Semarang ada yang turun duluan, sampai Yogyakarta ada yang turun juga, mungkin tertarik dengan keramahan di Yogya, sehingga saat sampai di Surabaya kita enggak ketemu, itu biasa, jadi tidak perlu dipersoalkan,” ujar Idris didampingi Imam dan partai koalisi usai deklarasi, kemarin.

Namun begitu, sambungnya, persahabatan dengan teman-teman di PAN tidak akan luntur.

“Bahkan dengan Golkar dan PKB yang sebelumnya di Tertata sudah menjalin silaturahmi tidak akan pudar. Jangan dianggap lawan, tapi sebagi sahabat. Ini suatu hal yang biasa di dalam berdemokrasi,” paparnya.

Dikatakannya, meskipun PAN tidak jadi mengusungnya, namun tidak akan mengurangi kekuatan di Koalisi Tertata Adil Sejahtera.

“Saya yakin tidak, karena satu kursi dai Koalisi Tertata ini luar biasa. Jangan menganggap PPP hanya dua kursi, jangan menganggap itu. Tapi satu kursi PPP itu bisa lebih kuat dari kursi di partai-partai lainnya, karena saya tahu jumlah suara PPP puluhan ribu, begitu juga dengan Demokrat dan PKS serta Partai Berkarya, semua punya basis massa puluhan hingga ratusan ribu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here