Sama-sama Memiliki Basis Massa Yang Kuat, Head to Head Bakal Seru

154
Pasangan Pradi-Afifah yang telah ditetapkan partai pengusung, sementara kuat dugaan Idris akan berpasangan dengan IBH

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Perhelatan pesta demokrasi memilih pemimpin Kota Depok untuk masa bakti lima tahun kedepan tinggal tiga bulan lagi.

Seiring waktu, aksi dukung mendukung untuk kedua kandidat terus mengalir dari berbagai elemen dan kelompok masyarakat, walhasil hingga saat ini belum ada yang berani mengklaim siapa yang bakal memenangkan pertarungan pada 9 Desember mendatang.

Salah satu pemerhati sosial kemasyarakatan, Anwar Sanusi memperkirakan pertarungan sengit memperebutkan kursi Depok 1 akan mulai ramai setelah pendaftaran dan pengesahan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok.

“Saya sering menyimak obrolan warga diberbagai kesempatan, dan dari obralolan-obrolan itu dapat saya simpulkan kedua kandidat Wali-Wakil Kota Depok, Idris dan Pradi memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertarungan. Jika sudah begitu sekarang tinggal bagaimana kemampuan mesin politik pengusung kandidat untuk melakukan manuver untuk meyakinkan masyarakat pemilih, terutama warga non partisan,” ujar Sanusi, kemarin.

Dia menambahkan, dalam posisi sama-sama sedang menjabat sebagai pemimpin Depok, membuat kedua kandidat memiliki peluang yang sama untuk mencari perhatian masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagian masyarakat sesungguhnya sudah memiliki sikap terkait siapa diantara dua calon pemimpin Depok yang akan dipilih pada ajang pilkada Desember mendatang, namun jumlahnya masih sangat sedikit, sedangkan sisanya menunggu perkembangan dalam kiprah kedua kandidat serta sosialisasi dari masing masing kubu pendukung calon.

“Ada sekitar 30 persen pemilih yang sudah mengantongi nama kandidat yang bakal dipilih pada pilkada nanti, tapi sisanya masih belum menetapkan pilihan secara pasti. Manuver timses akan sangat menentukan hasil Pilkada 9 Desember nanti,” jelasnya.

Hal senada dilontarkan oleh Mahmud Azis, salah satu warga Sawangan. Menurut Mahmud, posisi peluang kedua kandidat bakal calon Wali Kota Depok relatif masih 50:50, faktor kelihaian timses dalam merebut hati para pemilih akan sangat menentukan hasil Pilkada Depok nanti.

“Sampai sekarang posisi dukungan masih sama, tapi masih ada waktu untuk melihat perubahan arah dukungan, siapa yang nanti akan lebih berpeluang, kita tunggu saja perkembangannya,” tutupnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here