Pemberlakuan Jam Malam, Tukang Ketoprak Menjerit

1696
Salah satu pusat kuliner di wilayah Sawangan yang kini harus tutup karena diberlakukannya jam malam

Margonda | jurnaldepok.id
Adanya pembatasan aktivitas atau jam malam oleh tim gugus Kota Depok menyebabkan omzet pedagang malam menurun. Hampir sebagian pelaku usaha di kawasan Jalan Margonda yang merupakan pusat jantung Kota Depok juga terpantau tutup lebih awal berbeda dengan hari biasanya.

Kondisi yang tak jauh berbeda juga terlihat di kawasan Jalan Tole Iskandar dan Jalan Kartini. Namun demikian, masih ada pedagang yang memilih bertahan. Berdasarkan aturan Pemerintah Kota Depok, operasional pusat belanja, café, rumah makan, minimarket, hingga supermarket hanya berlaku hingga pukul 18.00 WIB.

Pedagang ketoprak di Jalan Raya Margonda, Kardi mengaku bahwa dirinya baru mengetahui kebijakan tersebut lewat sosialisasi yang dilaksanakan malam kemarin.

Kardi yang telah berdagang sejak tahun 2015 silam mengaku bahwa kebijakan ini cukup memberatkan dirinya.

“Berat juga, apalagi saya kan jualannya juga malam. Habis maghrib baru keluar, ini sudah disuruh tutup lagi,”ujarnya, kemarin.

Kardi menuturkan, kebijakan ini ia prediksi akan semakin menghambat pemasukannya.

“Pas ada pandemi ini juga sudah turun (pendapatan), ditambah sekarang nggak boleh jualan diatas jam 18.00 WIB. Saya bingung harus gimana,”katanya.

Kemungkinan dirinya akan mencari lapak dagang baru untuknya berjualan dari pagi hari.
Namun, mendapatkan lapak baru pun merupakan persoalan lagi baginya, yang mana ia harus kembali merogoh kocek untuk sewa lapak.

“Paling saya nyari lapak baru biar bisa dagang siang. Tapi kan pasti bayar lagi, nyarinya juga sudah. Lapak di sini (Jalan Margonda) sudah penuh semua,” paparnya.

Sementara itu di lokasi Jalan Raya Citayam para PKL tetap melaksanakan aktivitasnya hingga malam hari.

“Masih buka kami, engak tau ada pembatasan aktivitas di malam hari,”kata salah seorang pedagang.

Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, berdasarkan pantauan, masih banyak tempat kerja atau pun tempat makan, mini market, mall, dan tempat lainnya yang masih beroperasi.

“Beberapa dari pemilik tempat kerja mengaku, pihaknya belum mengetahui ada kebijakan bahwa tempat kerja atau pun toko dan sebagainya wajib tutup pukul 18.00 WIB,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here