Hari Polwan, Polri Bagikan 1.000 Modem dan Paket Internet untuk Pelajar

29
Kapolres Metro Depok saat menyerahkan modem dan paket internet gratis kepada pelajar di Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Dalam rangka memperingati Hari Polwan ke 72 Polda Metro Jaya membagikan sekira 1.000 modem berikut paket internet gratis untuk pelajar. Bantuan tersebut salah satunya ditujukan untuk sejumlah siswa dan siswi di Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah kepada wartawan, Selasa (1/9) mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, para pelajar dapat menikmati layanan internet secara cuma-cuma selama empat bulan.

“Untuk Depok, kuota yang diberikan ada sekira 100 modem. Pemberian bantuan sosial kali ini dibidang pendidikan. Bapak Kapolda Metro Jaya siang hari ini secara serentak membagikan modem, khusus di Kota Depok ada 100 modem yang bisa digunakan atau di-share oleh para palajar,” ujarnya.

Satu modem, kata dia, dapat digunakan oleh empat orang pelajar selama empat bulan secara bersamaan.

“Nanti empat bulan ke depan kami lihat, apakah masih ada tambahan. Kami kira masih ada nanti yang akan dilakukan Polri untuk masyarakat menghadapi situasi wabah virus Corona,”katanya.

Mereka yang mendapat bantuan tersebut adalah para pelajar yang mengalami kendala soal pembelian internet atau berasal dari keluarga kurang mampu.

“Guru kan tahu pada saat pembelajaran itu mana yang sulit koneksinya. Kami minta agar benar-benar dibagikan kepada siswa yang kesulitan,” paparnya.

Sementara itu, Nurul Arifah, salah satu perwakilan guru yang hadir dalam pemberian bantuan tersebut mengaku, banyak anak didiknya yang terkendala dengan sistem belajar online.

“Setelah beberapa waktu ke belakang, banyak sekali anak-anak yang ketika diberikan tugas tertinggal karena masalah kuota internet, karena tidak semua anak mempunyai uang yang cukup untuk beli paket internet,” ungkapnya.

Bahkan, kata Nurul, tak sedikit anak didiknya yang terpaksa bergantian ponsel dengan orangtua karena keterbatasan kuota internet.

“Jadi dengan adanya ini mudah-mudahan bisa mempermudah mereka menerima pelajaran,” jelasnya.

Selain internet, masalah yang tak kalah penting adalah handphone.

“Seperti yang saya bilang tadi, ada beberapa anak yang belum punya handphone dan ada yang harus bergantian dengan orang tuanya. Apalagi ada orang tua yang pagi-pagi harus bekerja diluar rumah,” terangnya.

Akibatnya, mereka harus mengerjakan tugas pada waktu yang berbeda dengan teman-teman lainnya.

“Harapannya semoga setelah ini bisa lebih fokus lagi dalam pembelajaran dan tidak ada kendala atau alasan kuota.”katanya.

Nurul pun berharap, semoga pemerintah bisa terus memantau pendidikan anak-anak dan bisa segera mengatasi pandemi ini.

“Sejujurnya banyak anak-anak dan orangtua serta guru yang ingin sekolah tatap muka, tapi kan masih ada pandemi, ya enggak ada pilihan lain,”katanya.

Aska, siswi salah atu SMK swasta di Kota Depok mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Sebab selama ini ia kerap tertinggal pelajaran akibat tak punya kuota internet.

Maklum saja, dara manis tersebut selama ini hanya tinggal bersama sang ibu yang tak memiliki penghasilan tetap. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal.

“Kalau dikasih duit sama ibu, baru aku beli paket yang Rp 10 ribu. Kalau belum ada paket internet ya enggak ngumpulin tugas,” katanya.

Aska dan sejumlah pelajar lainnya yang bernasib serupa tentunya berharap, pemerintah atau sejumlah pihak bisa ikut membantu meringankan beban mereka, seperti yang dilakukan oleh jajaran Polri. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here